Pemprov Kepri menyalurkan bantuan untuk penanganan gempa Flores
Senin, 14 September 2026 18:41 WIB
Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura (ketigadari kiri) memberikan bantuan secara simbolis kepada wakil gubernur NTT Johni Asadoma di Kupang, Senin (14/9/2026). ANTARA/HO-Humas Pemprov NTT
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyalurkan bantuan senilai Rp500 juta untuk penanganan dampak gempa di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur .
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura di Kupang, Senin, menyampaikan bantuan tersebut bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kepada masyarakat NTT yang sedang menghadapi bencana.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kepada masyarakat NTT yang sedang menghadapi bencana,” katanya.
Bantuan senilai Rp500 juta tersebut, dia mengharapkan, dapat mendukung kebutuhan penanganan bencana serta meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura didampingi Wakil Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Riau Nenny Dwiyana dan Pelaksana Tugas Kalak BPBD Provinsi Kepulauan Riau Darson.
Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari semangat gotong royong dan solidaritas antar-daerah dalam menghadapi bencana, sekaligus memperkuat kolaborasi pemerintah daerah dalam memberikan dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura dan diterima oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma dalam sebuah pertemuan di Ruang Kerja Wakil Gubernur Kantor Gubernur NTT.
Wagub NTT Johni Asadoma menyampaikan terima kasih atas perhatian serta kepedulian Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terhadap masyarakat NTT yang sedang menghadapi dampak bencana gempa bumi di Pulau Flores.
Menurutnya, gempa bumi yang melanda Flores sejak 15 Agustus 2026 memberikan dampak yang cukup besar, baik terhadap keselamatan masyarakat maupun kerusakan harta benda dan infrastruktur.
Gempa utama dengan magnitudo 7,7 tersebut juga diikuti oleh ribuan gempa susulan hingga saat ini yang menurut catatan BMKG telah mencapai lebih dari 14 ribuan kali gempa susulan.
“Kami mengakui bahwa bencana gempa bumi yang terjadi di Pulau Flores sangat besar dampaknya serta memakan korban jiwa dan materiil. Gempa pertama terjadi pada tanggal 15 Agustus 2026 dengan kekuatan 7,7 SR dan hingga kini diikuti oleh ribuan gempa susulan,” ujarnya.
Ia menegaskan bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan berarti dalam mendukung upaya penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana di Pulau Flores.
“Bantuan yang kami terima hari ini tentu saja sangat membantu kami dalam melaksanakan penanganan bencana di Pulau Flores,” ujarnya.
Ia mengatakan bantuan tersebut bukan hanya memiliki nilai material, tetapi juga menjadi wujud nyata solidaritas dan kepedulian antardaerah dalam menghadapi situasi kebencanaan.
Menurut dia, dukungan dari berbagai pihak menjadi kekuatan penting bagi Pemerintah Provinsi NTT dalam memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan dan pelayanan yang dibutuhkan selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.