Pemprov Kaltim bidik PAD baru dari optimalisasi lahan di Teluk Balikpapan - ANTARA News Kalimantan Timur
Balikpapan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) membidik potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru melalui optimalisasi 250 hektare lahan di sekitar Teluk Balikpapan serta pembangunan jalan penghubung sepanjang 2,1 kilometer.
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud di Balikpapan, Jumat, menjelaskan bahwa lahan seluas 250 hektare milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tersebut berlokasi di Kawasan Industri Kariangau (KIK), Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan.
Kawasan tersebut, lanjutnya, berada di luar area operasional PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT), yang merupakan pelabuhan peti kemas hasil kerja sama patungan antara Pemprov Kaltim dan PT Pelindo.
Posisi aset daerah itu sangat strategis karena membentang di tepi Teluk Balikpapan dan berada tepat di sekitar jalur keluar masuk utama Jalan Tol Pulau Balang.
Selain optimalisasi lahan, menurut dia, Pemprov Kaltim juga sedang menyiapkan infrastruktur jalan untuk menghubungkan akses sejumlah perusahaan yang telah beroperasi di kawasan tersebut.
Kehadiran jalan sepanjang 2,1 kilometer ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas operasional industri di sana.
"Dengan adanya Tol Pulau Balang, semua akses tertutup, kecuali jalan pemprov ini," ujar Rudy.
Ke depan, Rudy berharap perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di kawasan tersebut seperti PT Semen Indonesia, Wilmar Group, MMP, dan Wahana dapat menjalin kerja sama dengan Perusahaan Daerah (Perusda) milik Pemprov Kaltim.
Sinergi dan optimalisasi aset ini diyakini akan saling menguntungkan sekaligus mendongkrak PAD secara signifikan.
Sebagai informasi, korporasi yang beroperasi di wilayah tersebut bergerak di berbagai sektor strategis, mulai dari perdagangan semen, minyak, hingga industri nikel.
Dalam waktu dekat, para investor dijadwalkan meninjau langsung lokasi guna melihat kesiapan Pemprov Kaltim dalam membangun jalan penghubung tersebut.
"Kami ingin memastikan jalan dan kawasan ini benar-benar siap untuk dikunjungi investor," kata Gubernur yang akrab disapa Harum tersebut yang didampingi Plt Kepala Dinas PUPR Kaltim Irhamsyah.
Terkait teknis konstruksi jalan, Rudy menyebutkan pilihan penggunaan rigid pavement (beton), aspal, atau pengerasan agregat masih akan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan.
Ia optimistis, konektivitas yang terbangun baik dengan kabupaten dan kota sekitar akan menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Tidak hanya meningkatkan penerimaan daerah, pengembangan kawasan industri ini juga diproyeksikan mampu memperluas penyerapan tenaga kerja lokal.
"Salah satu tenant kita adalah PT Semen Indonesia yang volume produksinya sangat besar. Jika di Sungai Mahakam Samarinda kapal besar terbatas untuk masuk, di Teluk Balikpapan kapal-kapal besar bisa bersandar. Ini membuat distribusi jauh lebih efektif dan efisien," katanya menjelaskan.
Ia menambahkan potensi serapan kerja juga ditunjukkan oleh sektor lain yang sudah berjalan.
"Pabrik nikel di sini sudah beroperasi dengan dua tungku yang menyerap sekitar 1.200 tenaga kerja. Jika satu tungku lagi beroperasi, serapan tenaga kerja bisa mencapai 2.000 orang," kata Rudy menjelaskan.
Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.