Pemprov Jatim kirim personel BPBD bantu korban gempa NTT - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) mengirimkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna membantu korban gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto dengan di dampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik Satriyo Nurseno dalam keterangan di Surabaya, Minggu, mengatakan pihaknya memberangkatkan sejumlah personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jatim ke lokasi kejadian pada Minggu pagi.
"Sebagaimana arahan Ibu Gubernur, sebagai sikap Jawa Timur atas kejadian gempa yang menimpa saudara kita di NTT, kami akan memberangkatkan tujuh orang ke lokasi kejadian, dengan spesifikasi pencarian pertolongan," ujarnya.
Selain membantu penanganan bencana di lokasi kejadian, tim BPBD Jatim akan melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat dan melakukan asesmen terhadap kebutuhan bantuan yang mendesak bagi para korban.
Guna mengantisipasi gangguan dampak komunikasi di wilayah terdampak, tim BPBD Jatim juga melengkapi sarana prasarana tim dengan peralatan komunikasi beserta dukungan jaringannya, guna memastikan kelancaran koordinasi dan pertukaran informasi antara posko dan tim di lapangan.
"Kami juga telah berkoordinasi dengan anggota Mitra Praja Utama (MPU) yang berjumlah sembilan provinsi untuk membantu penanganan dampak gempa yang terjadi di sana," kata Gatot Soebroto.
Seperti yang diketahui, gempa berkekuatan magnitudo 7,7 telah terjadi di NTT pada Sabtu (15/8) pagi, tepatnya berada di 37 km sebelah utara Mbay, Nagekeo, pada pukul 04:58:24 WIB di 8,35 derajat Lintang Selatan (LS) dan 121,37 derajat Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 10 km.
Berdasar data BMKG hingga Sabtu pukul 23.00 WIB, gempa berpotensi tsunami ini juga diikuti gempa susulan sebanyak 512 kali dengan gempa terbesar berkekuatan magnitudo 6,2 dan gempa terkecil berkekuatan magnitudo 1,9.
Pewarta: Indra Setiawan
Uploader : Abdullah Rifai
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.