Pemprov Jateng pastikan kesiapan dukungan teknologi digital MTQ Nasional

Sabtu, 12 September 2026 19:36 WIB

Image Print

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Diskomdigi) Jateng Lilik Henry Ristanto. ANTARA/Zuhdiar Laeis

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan kesiapan dukungan komunikasi publik dan infrastruktur teknologi digital dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI.

Kesiapan itu mencakup penguatan koneksi dan sinyal, penyediaan media center, dan fasilitas videotron untuk mendukung akses informasi bagi masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Diskomdigi) Jateng Lilik Henry Ristanto di Semarang, Sabtu, mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan Diskomdigi Kota Semarang, Kementerian Agama, dan LPTQ dalam mendukung penyelenggaraan MTQ Nasional.

Menurut dia, tugas Diskomdigi terbagi dalam dua bidang utama, yakni komunikasi publik dan media serta penyiapan infrastruktur teknologi digital.

"Progres sampai dengan hari ini kami telah siap melakukan keduanya. Tentu saja kami akan terus update dinamika yang berkembang," katanya.

Untuk mendukung kebutuhan media, Diskomdigi Jateng menyiapkan media center di kawasan arena utama Simpang Lima.

Fasilitas tersebut nantinya mendukung penyiaran dari 12 arena perlombaan MTQ Nasional, yang pelaksanaannya melibatkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

"Selain videotron kami juga menyediakan media center. Media center ada di kawasan venue (arena) utama Simpang Lima. Nanti di sana akan ada 12 venue yang itu merupakan penyiaran dari 12 venue," katanya.

Pemprov Jateng bersama panitia juga menyiapkan empat titik videotron di sekitar Simpang Lima, untuk mengantisipasi masyarakat yang tidak tertampung di arena utama.

Lokasinya berada di jalur pedestrian Simpang Lima sisi barat menghadap selatan, sisi selatan menghadap Jalan Pahlawan, depan Kantor Gubernur Jateng, serta sudut halaman Sekretariat DPRD yang menghadap Jalan Pahlawan.

"Itu titik-titik yang kita siapkan untuk mengantisipasi jika masyarakat datang ke Simpang Lima jika nantinya, karena antusias yang mungkin ada yang tidak tertampung di situ," katanya.

Masyarakat juga dipersilakan hadir langsung di arena utama, dan menyaksikan rangkaian pembukaan setelah kegiatan yang membutuhkan ruang, seperti defile kafilah dan paskibraka.

Rangkaian acara pembukaan pada Sabtu malam, antara lain seremoni, tari kolosal, pemecahan rekor menyanyikan Mars MTQ secara massal, serta penampilan penyanyi religi Opick.

"Perhelatan musabaqah (MTQ Nasional) ini adalah acaranya masyarakat, sehingga masyarakat dipersilakan hadir pada saat pembukaan maupun selama jalannya acara,” ujarnya.

Kapasitas masyarakat di arena utama diperkirakan cukup besar karena tidak seluruh area menggunakan kursi atau meja, seperti ruang yang sebelumnya digunakan untuk defile dan tari kolosal nantinya dapat digunakan kembali masyarakat untuk menyaksikan panggung utama.

"Jadi dipastikan kapasitasnya cukup besar. Kemungkinan bisa sampai 1.000 orang karena tidak ada kursi atau meja," katanya.

Selain agenda utama lomba, juga disediakan berbagai acara penyerta, seperti bursa kerja, bazar UMKM, dan pawai ta’aruf yang akan menambah kemeriahan acara MTQ 2026.

Baca juga: Undip Semarang bahas tata kelola lingkungan dalam konferensi internasional

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.