Pemprov Jateng jajaki potensi kerja sama berbagai sektor dengan Iran bidik investasi
Pemprov Jateng jajaki potensi kerja sama berbagai sektor dengan Iran bidik investasi
Rabu, 22 Juli 2026 19:28 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, di Semarang, Rabu (22/7/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng
Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang menjajaki potensi kerja sama berbagai sektor dengan Pemerintah Republik Islam Iran, dalam berbagai sektor, di antaranya teknologi, investasi, pendidikan, kesehatan, pertanian, perkebunan, perdagangan, hingga pengembangan pariwisata Muslim.
Penjajakan potensi kerja sama itu dibahas saat Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Rabu.
"Kami berdiskusi terkait 'sister city' antara Kota Semarang dengan Kota Yazd, lalu potensi 'sister province' antara Jawa Tengah dengan provinsi di Iran," kata Luthfi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kerja sama internasional guna mendorong pertumbuhan ekonomi Jateng.
Menurut dia, Iran memiliki sejumlah keunggulan teknologi yang dapat menjadi peluang transfer pengetahuan bagi Jateng.
Salah satunya, teknologi peternakan sapi perah yang mampu menghasilkan produksi susu hingga sekitar 30 liter per ekor per hari, jauh di atas rata-rata produksi peternak di Jateng yang masih berkisar 10-15 liter.
Iran juga dinilai memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi drone untuk sektor pertanian, teknologi kedokteran, hingga pengembangan pendidikan yang dapat dikolaborasikan dengan Jateng.
"Kalau teknologi mereka lebih maju dan bisa diterapkan di Jawa Tengah, tentu akan meningkatkan produktivitas masyarakat. Itu yang ingin kita pelajari," katanya.
Ia menyampaikan kerja sama "sister province" dan "sister city" dapat dilakukan untuk mendorong perekonomian di Jateng, apalagi hubungan ekonomi Jateng dengan Iran sudah terjalin cukup lama.
Tercatat pada 2025, nilai ekspor nonmigas Jawa Tengah ke Iran mencapai sekitar 7,43 juta dolar AS dengan neraca perdagangan yang masih surplus.
Sedangkan untuk realisasi investasi Iran di Jateng selama periode 2022 hingga Triwulan I 2026 baru mencapai sekitar Rp612 juta dan menempati peringkat ke-59 sebagai negara asal investasi.
"Investasi Iran di Jawa Tengah paling banyak di wilayah Jepara, yaitu terkait dengan pemanfaatan ukiran kayu," katanya.
Sementara itu, Dubes Iran Mohammad Boroujerdi mengatakan diskusi awal untuk "sister city" antara Kota Semarang dan Yazd sudah dilakukan, dan selanjutnya berharap akan ada pembahasan formal untuk menyelesaikan kerja sama tersebut.
"Kami menyarankan untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, karena kerja sama di bidang budaya dan juga politik serta di organisasi internasional sangat baik antara kedua negara," katanya.
Ia menyampaikan bahwa Iran siap untuk menjalin kerja sama di berbagai bidang seperti pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, pertanian, peternakan, ketahanan pangan, hingga keamanan energi.
Untuk bidang pariwisata, ia berharap ada kerja sama paket perjalanan wisata religi ke kota-kota dan makam tokoh bersejarah Islam di Iran.
"Kami berharap kerja sama dapat dilakukan dengan Jawa Tengah. Setelah kunjungan ini saya akan menghubungi pemerintah Iran dan provinsi-provinsi yang ada di Iran untuk menjalin kerja sama dengan Jawa Tengah," katanya.
Baca juga: UIN Walisongo gandeng Imigrasi Semarang sebagai bagian perkuat kompetensi mahasiswa
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.