Pemprov Jateng catat 232 kebakaran hutan dan lahan
Senin, 24 Agustus 2026 22:57 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. ANTARA/HO-Pemprov Jateng
Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat setidaknya 232 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang tahun ini.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin, di Semarang, Senin, menyampaikan bahwa kebakaran hutan dan lahan memang terjadi di berbagai wilayah.
"Kebakaran hutan dan lahan memang ada di beberapa tempat. Kemarin saya dapat laporan dari Wonogiri dan Kudus," kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.
Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama melakukan langkah antisipasi agar karhutla tidak terjadi lagi di daerah lain, apalagi musim kemarau saat ini panasnya sudah semakin ekstrem.
"Kita harus antisipasi, kita harus menjaga betul. Kalau merokok jangan buang puntung rokok asal lempar, karena bisa menyebabkan kebakaran," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Bergas Catursasi Penanggungan menyebutkan ada total 547 kebakaran hingga 23 Agustus 2026.
Ia menyebutkan kejadian sebanyak 547 kebakaran itu terdiri atas 232 kebakaran hutan dan lahan, serta 315 kebakaran gedung dan permukiman.
Jumlah karhutla pada periode Januari-23 Agustus 2026 itu juga jauh lebih tinggi daripada periode yang sama pada tahun 2025.
Bahkan, ia menyebutkan persentase kenaikannya mencapai sekitar 700 persen.
Tren karhutla pada 2026 meningkat bertepatan dengan masuknya musim kemarau, yakni bulan Juni, Juli, dan Agustus.
Ia merinci 232 kejadian karhutla tersebut tersebar di 35 kabupaten/kota yang berdampak terhadap 194 hektare luas lahan terbakar.
Kemudian, 213 ha luas hutan terbakar, dan 2,17 ha luas tempat pembuangan akhir (TPA) yang terbakar, dengan taksiran kerusakan mencapai Rp23 miliar.
Untuk 10 daerah dengan total kejadian karhutla tertinggi, meliputi Kabupaten Klaten 31 kejadian, Sragen 30 kejadian, dan Sukoharjo 18 kejadian, Wonogiri 17 kejadian.
Kemudian, Boyolali 16 kejadian, Blora 14 kejadian, Kabupaten Semarang 13 kejadian, Banyumas 10 kejadian, Kudus 10 kejadian, dan Kota Tegal 8 kejadian.
"Kebakaran lahan didominasi kebakaran lahan pertanian khususnya tebu dan semak belukar. Penyebabnya diduga karena human error, untuk lahan tebu biasanya untuk membersihkan selasar tebu saat panen," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.