Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Gorontalo memastikan ketersediaan bahan pangan di daerah itu tetap tersedia di tengah kondisi musim kemarau melalui pelaksanaan pasar murah bersubsidi yang menyediakan 2.500 paket bahan pokok bagi masyarakat.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan pasar murah yang digelar di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, Kamis, tidak hanya bertujuan membantu masyarakat mendapatkan pangan dengan harga murah, tetapi juga menjadi sarana untuk menunjukkan bahwa stok pangan di Gorontalo tetap tersedia.
"Kami terus bekerja dan memperhatikan kondisi masyarakat apalagi di musim kemarau seperti saat ini. Pemerintah terus memantau kalau ada kenaikan harga dan akan selalu hadir membantu masyarakat," kata Gusnar.
Menurut dia, pemerintah terus memantau kondisi harga dan pasokan pangan untuk mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam pasar murah tersebut, masyarakat dapat memperoleh paket berisi tujuh komoditas, yakni beras lima kilogram, minyak goreng satu liter, gula pasir satu kilogram, cabai seperempat kilogram, bawang merah setengah kilogram, daging ayam satu ekor dan telur 10 butir.
Harga normal paket tersebut mencapai Rp271 ribu, namun setelah mendapatkan subsidi Rp176 ribu dari pemerintah, masyarakat cukup membayar Rp95 ribu.
Selain itu, Bulog Gorontalo menyediakan beras SPHP seharga Rp57 ribu per lima kilogram dan MinyaKita Rp15 ribu per liter. Gerai modern juga menyediakan sejumlah komoditas pangan lainnya dengan harga distributor.
Gusnar menambahkan penyaluran bantuan beras kepada keluarga penerima manfaat di Gorontalo juga telah berjalan. Setiap keluarga menerima 30 kilogram beras untuk kebutuhan Juli, Agustus dan September.
"Saya sudah cek ke Bulog, penyalurannya sementara sudah berjalan," pungkas Gusnar.
Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.