Pemkot Tanjungpinang jaga daya beli warga lewat pasar murah 2 hari
Rabu, 9 September 2026 14:36 WIB
Warga belanja bahan pokok melalui pasar murah di halaman Gedung Tengku Mandak, Bintan Centre, Kota Tanjungpinang, Kepri, Rabu (9/9/2026). ANTARA/Ogen
Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui operasi pasar murah yang digelar selama dua hari, mulai tanggal 9 hingga 10 September 2026.
"Operasi pasar murah jadi salah satu upaya pemerintah memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Tanjungpinang Riany saat memantau lokasi pasar murah di halaman Gedung Tengku Mandak, Bintan Centre, Rabu.
Riany menjelaskan pemilihan lokasi di Gedung Tengku Mandak mempertimbangkan kemudahan akses masyarakat, karena berdekatan dengan kawasan Pasar Bintan Centre sehingga mempermudah masyarakat datang lokasi operasi pasar sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ia menyebut berbagai kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah ditawarkan dengan harga di bawah harga pasar. Salah satunya minyak goreng Minyak Kita yang dijual dengan harga Rp15.000 per liter, sementara harga di pasar untuk ukuran yang sama sekitar Rp15.700 per liter.
"Selain minyak goreng, ada juga beras, telur, tepung hingga daging beku. Semuanya berada di bawah harga pasar," ungkap Riany.
Dia berharap operasi pasar murah dapat dimanfaatkan masyarakat dengan sebaik-baiknya. Selain membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, kegiatan ini diharapkan ikut menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok dan mendukung stabilitas harga di Tanjungpinang.
"Pemkot bersama Bank Indonesia terus berupaya menghadirkan pasar murah guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dapur dengan harga lebih terjangkau," ucap Riany.
Sementara, salah seorang ibu rumah tangga Yulia Siregar mengaku sangat senang dengan adanya operasi pasar murah, karena harga kebutuhan pokok yang ditawarkan cukup membantu masyarakat, terutama di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus berjalan.
Ia menilai adanya selisih harga dengan harga di pasar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang berbelanja.
Yulia berbelanja satu pack beras SPHP Bulog kemasan lima kilogram seharga Rp58.000, sedangkan harga di pasaran berkisar Rp61.000 sampai Rp62.000 per kemasan serupa.
"Saya sangat senang dengan adanya pasar. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan ke depannya," ujar Yulia yang berdomisili di Pulau Dompak.
Pewarta : Ogen
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.