seluruh peserta ditargetkan dapat langsung mempraktikkan ilmu yang telah dipelajari selama pelatihan berlangsung
Kota Tangerang (ANTARA) - Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Provinsi Banten memastikan seluruh peserta pelatihan Chatbot di Balai Latihan Kerja (BLK) Kecamatan Tangerang dibekali kemampuan membuat website, desain konten penjualan, serta dasar-dasar pemasaran digital.
Kepala Disnaker Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan di Kota Tangerang, Sabtu, mengatakan seluruh peserta ditargetkan dapat langsung mempraktikkan ilmu yang telah dipelajari selama pelatihan berlangsung.
"Sebab tujuan utama dari pembuatan chatbot yakni membantu customer service, pemasaran digital dan e-commerce. Jadi peserta bisa langsung praktik usai mengikuti pelatihan," ujarnya.
Chatbot merupakan program komputer atau perangkat lunak yang dirancang untuk mensimulasikan percakapan dengan manusia melalui teks atau suara.
Disnaker Kota Tangerang menggelar pelatihan Chatbot angkatan lima tahun 2026 mulai tanggal 26 Agustus hingga 3 September 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Kecamatan Tangerang dan diikuti sebanyak 16 peserta.
Pelatihan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan keterampilan digital masyarakat, khususnya dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pemasaran dan pengembangan usaha.
Baca juga: Pemkot Tangerang ajak warga bayar pajak secara digital dengan diskon
Baca juga: Pemkot Tangerang berlakukan tarif Rp81 naik BRT pada 14-16 Agustus
Instruktur Pelatihan Chatbot, Bayu Asta mengatakan pelatihan menggunakan metode teori dan praktik secara langsung. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan berbagai produk digital sesuai kebutuhan usaha masing-masing.
Harapannya para peserta memiliki visi untuk mulai berbisnis, meskipun dari kecil. Pelatihan menjadi langkah awal dalam pengembangan bisnis yang dilakukan.
“Alhamdulillah peserta cukup antusias dan bisa menyerap materi dengan baik karena langsung dipraktikkan. Kalau sudah punya bisnis, apa yang mau dijual bisa langsung kita buatkan websitenya dan dapat dikembangkan untuk digunakan,” jelasnya.
Salah satu peserta, Muhammad Misdi dari Kecamatan Periuk mengaku pelatihan ini merupakan pengalaman pertamanya. Ia mengikuti pelatihan untuk menambah keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam mengembangkan usaha.
“Ini pertama kali saya mengikuti pelatihan chatbot. Tujuannya untuk menambah skill atau kemampuan, terutama kalau nanti saya ingin membuka usaha,” kata Misdi.
Ia mengatakan, dirinya memiliki usaha keluarga berupa kuliner laksa yang selama ini belum dikembangkan secara optimal melalui platform digital. Ia berharap ilmu yang diperoleh dari pelatihan dapat membantu memperluas pemasaran usahanya secara daring.
"Saya berharap dengan pelatihan ini dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan pribadi sekaligus mendukung pengembangan usaha di masa mendatang," katanya.
Baca juga: Pemkot Tangerang hadirkan program keringanan bayar pajak daerah
Baca juga: Perusahaan air minum Tangerang gandeng UI tingkatkan kualitas SDM
Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.