asiawebawards.com
  • 2026-08-15 10:43:12 +0000 UTC

    Aug 15, 2026

    Pemkot Solok percepat rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana

    Solok (ANTARA) - Pemerintah Kota Solok mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana melalui penguatan koordinasi lintas sektor, percepatan penanganan infrastruktur terdampak, serta pemulihan pelayanan publik, dan aktivitas masyarakat.

    Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra di Solok, Sumatera Barat, Sabtu, mengatakan percepatan pemulihan membutuhkan dukungan dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, terutama dalam menangani infrastruktur terdampak bencana.

    Menurut dia, evaluasi langsung di lapangan penting dilakukan agar penanganan yang direncanakan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat serta tidak berhenti pada tahap perencanaan.

    Pemerintah Kota Solok juga terus menginventarisasi kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi pada fasilitas publik dan infrastruktur terdampak sebagai dasar dalam menentukan prioritas penanganan.

    Baca juga: Pemprov: Pembangunan huntara di Aceh mencapai 99 persen

    Hasil monitoring dan evaluasi bersama tim supervisi diharapkan memperkuat langkah tindak lanjut, termasuk menentukan kebutuhan penanganan lokasi yang telah ditinjau secara langsung.

    Dengan evaluasi berbasis kondisi lapangan dan koordinasi lintas instansi, Pemkot Solok menargetkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana berlangsung lebih cepat, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.

    Pemkot Solok telah menerima kunjungan Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di ruang kerjanya, Kamis (13/8).

    Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari tugas tim untuk menganalisis dan mengevaluasi pelaksanaan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana di Sumatera Barat, termasuk penanganan sejumlah lokasi terdampak di Kota Solok.

    Ia bersama jajaran terkait kemudian mengikuti peninjauan lapangan untuk melihat kondisi sejumlah fasilitas dan infrastruktur yang membutuhkan penanganan setelah terdampak bencana.

    Lokasi yang ditinjau meliputi SDN 16 Tanah Garam, Box Culvert Simpang Gawan, serta kawasan sedimentasi Batang Lembang yang menjadi bagian dari perhatian pemerintah dalam proses pemulihan pasca-bencana.

    Peninjauan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi kondisi kerusakan, kebutuhan penanganan, serta langkah yang perlu dilakukan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dilaksanakan secara lebih efektif.

    Baca juga: Aceh Barat salurkan Rp6 miliar perbaiki 1.308 ha sawah

    Baca juga: Menteri PU target dua jembatan nasional di Bireuen fungsional Agustus

    Pewarta: Rahmatul Laila
    Editor: M. Hari Atmoko
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-08-15 10:43:12 +0000 UTC