Pemkot Samarinda perkuat sinergi tangani HIV - ANTARA News Kalimantan Timur
Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kota Samarinda memperkuat sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat penanggulangan Tuberkulosis (TB) dan HIV dengan fokus pada peningkatan kesadaran masyarakat, perluasan deteksi dini, serta jaminan pengobatan yang tepat dan berkelanjutan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Samarinda Nata Suswanto di Samarinda, Kamis, mengungkapkan bahwa grafik kasus TB dan HIV di Samarinda saat ini tercatat masih cukup tinggi.
Namun, ia meluruskan bahwa angka tersebut bukan menunjukkan ledakan penularan yang tidak terkendali.
Menurut Nata, tingginya angka kasus merupakan dampak positif dari perluasan cakupan skrining kesehatan secara masif. Pemeriksaan berkala dilakukan agresif bersama seluruh jejaring pelayanan kesehatan untuk menemukan kasus sedini mungkin di masyarakat demi memutus mata rantai penularan.
"Tantangan terbesar di lapangan saat ini adalah kuatnya stigma sosial. Banyak warga enggan memeriksakan diri, karena menganggap TB dan HIV sebagai aib," ujar Nata saat memimpin rapat Sinergitas OPD Penanggulangan TB-HIV di Kantor Dinkes Samarinda.
Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut. TB dapat disembuhkan total jika pasien menjalani pengobatan tuntas. Begitu pula dengan HIV kondisinya bisa dikendalikan melalui terapi berkesinambungan.
Mengingat sifat TB yang mudah menular melalui udara, Dinkes memprioritaskan pemeriksaan ketat terhadap ring satu pasien. Anggota keluarga yang tinggal serumah wajib menjalani pemeriksaan kontak erat, sementara rekan kerja yang berinteraksi harian didorong melakukan skrining demi keamanan bersama.
Melalui komitmen anggaran dan integrasi kerja yang matang, Pemkot Samarinda optimistis target eliminasi TB dan pengendalian HIV dapat berjalan efektif.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Samarinda dari Januari hingga Juni 2026 menunjukkan bahwa perluasan skrining terhadap sekitar 19.000 warga berhasil mendeteksi 184 kasus baru HIV, dengan 145 penderita diantaranya telah aktif menjalani terapi Antiretroviral (ARV).
Penambahan ini membuat total kumulatif kasus HIV di Samarinda menembus lebih dari 4.000 kasus, dimana sekitar 2.000 penderita tercatat aktif menjalani pengobatan obat.
Sementara itu, untuk kasus Tuberkulosis (TB), tercatat ada 24 kasus kematian sepanjang tahun 2026, yang mendorong Pemkot Samarinda memasang target deteksi masif sebanyak 5.855 kasus pada tahun ini agar penanganan dapat dilakukan lebih dini.
Pewarta: Arumanto
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.