Samarinda, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, tengah mengkaji kerja sama pembangunan dan pengelolaan penerangan jalan umum (PJU) dengan menggunakan sistem tahun jamak guna mewujudkan kota yang terang, aman, dan nyaman.

Wali Kota Samarinda Andi Harun di Samarinda, Sabtu, mengatakan pihaknya terbuka terhadap konsep kerja sama yang ditawarkan pihak swasta sebagai salah satu alternatif mempercepat program Samarinda Terang.

Namun, ia menegaskan setiap skema kerja sama harus melalui kajian matang, terutama mempertimbangkan kebutuhan PJU serta kemampuan fiskal pemerintah daerah.

"Kami tertarik dengan tawaran ini untuk mendukung Samarinda Terang. Namun, tentu harus dikaji terlebih dahulu, terutama dari sisi kemampuan dan kapasitas Pemerintah Kota Samarinda,” ujar Andi Harun usai menerima jajaran Konsorsium KSO-SLI-DHJ-LM Bandung di Ruang Rapat Wali Kota Samarinda.

Menurutnya, skema kerja sama penyediaan penerangan jalan termasuk kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) bukan hal baru dan telah diterapkan di sejumlah daerah.

Oleh karena itu, Pemkot Samarinda akan mematangkan bentuk kerja sama yang paling tepat, baik dari sisi teknis, pembiayaan, manfaat bagi masyarakat, hingga keberlanjutan fiskal daerah.

"Kita terbuka terhadap semua skema yang bisa mempercepat Samarinda Terang. Tetapi jangan sampai karena ingin cepat, kita mengabaikan kemampuan fiskal dan kepentingan jangka panjang daerah," tegasnya.

Andi Harun menekankan program Samarinda Terang pada akhirnya bukan hanya mengenai penambahan titik lampu di berbagai ruas jalan, melainkan menjadi bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik serta memberikan rasa aman bagi warga saat beraktivitas malam hari.

Sementara itu, perwakilan konsorsium KSO-SLI-DHJ-LM Irfin menjelaskan konsep pembangunan dan pengembangan PJU yang ditawarkan menggunakan skema tahun jamak.

Ia mengklaim konsorsiumnya berpengalaman mengerjakan proyek serupa di beberapa daerah seperti Kabupaten Sigi, Kota Palu, Parigi, dan Kabupaten Boalemo.

Konsep tersebut, lanjut Irfin, tidak hanya berkaitan dengan pemasangan lampu, tetapi juga mengintegrasikan teknologi internet of things (IoT) melalui sistem kendali pintar (smart control) pada PJU.

Teknologi tersebut membuat pengelolaan dan pemantauan lampu dilakukan secara terintegrasi serta meningkatkan efisiensi energi melalui penggunaan lampu berbasis LED sebagai pengganti lampu konvensional.

Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.