asiawebawards.com
  • 2026-08-04 09:59:45 +0000 UTC

    Aug 04, 2026

    Pemkot Probolinggo perkuat daya beli masyarakat melalui GPM - ANTARA News Jawa Timur

    Kota Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota Probolinggo, Jawa Timur memperkuat daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas harga bahan pokok dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Warung Siaga, Kota Probolinggo, Selasa.

    Sejak pagi, warga berbondong-bondong membeli berbagai kebutuhan pokok yang dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran. Beberapa komoditas bahkan ludes dalam waktu singkat, seperti telur ayam yang menjadi salah satu produk favorit masyarakat.

    "Gerakan Pangan Murah merupakan program rutin Pemerintah Kota Probolinggo yang dilaksanakan minimal satu kali setiap minggu atau sekitar empat kali dalam sebulan. Selain jadwal rutin, pelaksanaan GPM juga dapat dilakukan berdasarkan permintaan masyarakat melalui kecamatan atau kelurahan," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Probolinggo, Aries Santoso.

    Kegiatan yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo itu menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.

    Menurutnya, pada pelaksanaan kali ini beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog belum dapat disalurkan karena sedang dalam proses audit. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi antusiasme masyarakat yang tetap memadati lokasi GPM di Warung Siaga.

    "Alhamdulillah masyarakat tetap sangat antusias. Telur bahkan cepat habis. Harga komoditas seperti tomat, bawang merah, bawang putih, hingga produk olahan binaan DKPPP juga relatif lebih murah dibandingkan harga pasar sehingga banyak diminati warga," tuturnya.

    Ia mengatakan rangkaian GPM, operasi pasar, serta berbagai langkah yang dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terbukti mampu membantu mengendalikan laju inflasi di Kota Probolinggo.

    "Alhamdulillah kondisi inflasi Kota Probolinggo saat ini masih terkendali. Beberapa waktu lalu sempat berada pada posisi inflasi yang cukup tinggi di Jawa Timur. Namun melalui GPM, operasi pasar, dan berbagai intervensi di sejumlah titik, kondisi harga komoditas pangan dapat lebih stabil sehingga ikut menjaga laju inflasi," katanya.

    Ke depan, lanjut dia, Pemerintah Kota Probolinggo berkomitmen untuk terus melaksanakan GPM dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Apabila terjadi peningkatan harga maupun tekanan inflasi, frekuensi pelaksanaan kegiatan akan ditingkatkan agar masyarakat tetap memperoleh akses terhadap bahan pokok dengan harga yang terjangkau.

    "Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dan daya beli masyarakat yang masih menghadapi tantangan, pemerintah harus hadir, sehingga kami akan terus menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat," ujarnya.

    Aries juga memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan stok kebutuhan pokok karena pasokan komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, bawang merah, dan bawang putih dalam kondisi aman.

    "Saya mengimbau masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena Gerakan Pangan Murah akan terus digelar secara rutin setiap pekan maupun sewaktu-waktu apabila dibutuhkan," katanya.

    Berbagai kebutuhan pokok di GPM dijual dengan harga terjangkau di antaranya telur Rp21 ribu per kilogram; gula pasir Rp17.000 per kilogram; bawang putih Rp12.000 per setengah kilogram; bawang merah Rp24.000 per kilogram; Minyakita Rp15.500 per liter; dan beragam produk olahan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) binaan DKPPP.

    Pewarta: Zumrotun Solichah
    Editor : Vicki Febrianto
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-08-04 09:59:45 +0000 UTC