Pemkot Mojokerto Perkuat Pengawasan WNA Lewat Aplikasi APOA |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, MOJOKERTO, – Pemerintah Kota Mojokerto memperkuat sinergi pengawasan keberadaan warga negara asing (WNA) dengan mensosialisasikan Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) kepada para pengelola hotel dan penginapan. Langkah ini diambil untuk menciptakan iklim kepariwisataan yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah setempat.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa pengawasan terhadap orang asing bukanlah bentuk kecurigaan, melainkan upaya pemantauan dan pelaporan yang bertujuan untuk mengantisipasi hal-hal yang perlu diwaspadai. "Bukan berarti diawasi itu dicurigai. Tetapi namanya warga dari luar Indonesia, perlu dipantau dan dilaporkan, sehingga hal-hal yang perlu diwaspadai bisa kita antisipasi,” ujar Ning Ita, sapaan akrabnya, di Kota Mojokerto, Selasa.
Menurut Ning Ita, kondisi iklim kepariwisataan yang aman, nyaman, dan kondusif sangat penting untuk mendukung perkembangan sektor pariwisata sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menjelaskan bahwa Kota Mojokerto tidak hanya menjadi lokasi akomodasi bagi wisatawan, tetapi juga bagi tenaga profesional asing yang bekerja di kawasan industri sekitar.
Pusat Layanan Jasa dan Validitas Data
Selain sebagai kota akomodasi, Kota Mojokerto juga merupakan pusat berbagai layanan jasa, seperti perbankan, pendidikan, kesehatan, hingga perdagangan yang melayani masyarakat Mojokerto Raya dan daerah sekitarnya. Ning Ita menyoroti bahwa para WNA umumnya memiliki standar akomodasi tertentu dan tidak mungkin menginap di kos-kosan, sehingga kehadiran mereka di hotel dan penginapan perlu diawasi.
Di sisi lain, Ning Ita juga menekankan pentingnya validitas data kepariwisataan yang dihimpun dari para pelaku usaha akomodasi. Data tersebut nantinya akan menjadi salah satu bahan bagi Badan Pusat Statistik (BPS). "Ketika data seperti ini nanti diminta oleh BPS, kita sajikan data yang terbaik," katanya.
Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto menunjukkan tren positif dengan adanya percepatan, meskipun masih terdapat jarak dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen. Untuk mendorong pertumbuhan tersebut semakin cepat, Pemerintah Kota Mojokerto berkomitmen menciptakan iklim pariwisata yang aman dan kondusif melalui sinergisitas dengan TNI, Polri, masyarakat, hingga unsur perlindungan masyarakat (Linmas) di tingkat kelurahan.
"Kalau Kota Mojokerto aman, nyaman, tidak ada kriminal, pasti orang senang berkunjung ke sini. Itu yang bisa kita lakukan untuk mendorong supaya iklim pariwisatanya aman dan kondusif," ujar Ning Ita. Selain aspek keamanan, ia juga mendorong penguatan kolaborasi antarpelaku usaha untuk menciptakan paket-paket perjalanan wisata yang lebih menarik, misalnya paket wisata tiga hari dengan menginap di Kota Mojokerto.
Dengan semakin berkembangnya sektor pariwisata, Ning Ita berharap kontribusinya terhadap PDRB Kota Mojokerto juga semakin meningkat. Pada akhirnya, kondisi tersebut diharapkan memberikan dampak terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. "Kota Mojokerto memang kecil. Mungkin sumbangsih nasional tidak kelihatan. Tetapi dengan kita mengupayakan yang terbaik, ini adalah bentuk pengabdian kita untuk Merah Putih. Ini sumbangsih terbaik yang bisa kita berikan," tuturnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara