Pemkot Kupang promosikan wisata Kota Tua lewat festival budaya
Selasa, 8 September 2026 16:27 WIB
Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Pelt membuka Festival Pecinan Event Budaya Multietnis Kelurahan Lai-Lai Bisi Kopan (LLBK) di Pantai Kopan, Kota Kupang. (ANTARA/HO-Pemkot Kupang)
Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang Nusa Tenggara Timur mempromosikan kawasan Kota Tua sebagai destinasi wisata melalui festival budaya yang menampilkan keberagaman etnis dan budaya masyarakat setempat.
Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Pelt di Kupang, Selasa, mengatakan Pemkot Kupang mendorong agar kawasan Kota Tua terus dikembangkan sebagai ruang yang mempertemukan sejarah, budaya, pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dengan demikian, kawasan yang memiliki nilai historis tidak hanya menjadi tempat untuk mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi ruang produktif bagi masyarakat hari ini. Jadikan Kota Kupang ini sebagai rumah bersama dengan saling menghargai dan merawat kebersihan,” ujar dia.
Hal itu disampaikannya dalam Festival Pecinan Event Budaya Multietnis Kelurahan Lai-Lai Bisi Kopan (LLBK).
Dia menegaskan bahwa festival budaya memiliki makna jauh lebih besar daripada sekadar pertunjukan seni. Festival menjadi ruang untuk saling mengenal, menghargai dan merawat keberagaman yang selama ini hidup berdampingan di Kota Kupang.
“Keragaman etnis dan budaya adalah kekuatan kita. Ibarat sebuah konser, ada yang bermain gitar, drum, bernyanyi, hingga penonton yang bertepuk tangan. Semua perbedaan itu terajut menjadi satu harmoni yang indah,” ujar Jeffry.
Menurut dia, keberagaman merupakan modal sosial penting dalam membangun Kota Kupang sebagai rumah bersama. Karena itu, nilai budaya dan sejarah tidak boleh hanya menjadi cerita masa lalu. Keduanya harus terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.
Pemkot Kupang, tambah dia, juga mendorong kolaborasi agar kegiatan budaya tidak berhenti pada pelestarian tradisi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia Antoni Niti Susanto menjelaskan pemilihan Pantai Kopan sebagai lokasi festival karena kawasan LLBK merupakan salah satu bagian penting dalam sejarah perkembangan Kota Kupang.
Dian menjelaskan kawasan tersebut menjadi saksi perjumpaan berbagai komunitas dan bangsa, mulai dari masyarakat asli Helong, Portugis, Belanda, hingga komunitas Tionghoa dan Arab. Sejarah perjumpaan tersebut kemudian menjadi inspirasi utama festival dengan tema “Merajut Budaya dalam Harmoni”.
“Melalui festival ini, kami berharap dapat melestarikan budaya lokal, menarik kunjungan wisatawan, serta meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di kawasan Kota Tua Kupang,” katanya.
Festival berlangsung selama dua hari dengan rangkaian kegiatan yang memadukan tradisi, seni, dan hiburan.
Pada hari pertama diisi karnaval budaya multi etnis, pertunjukan Natoni, atraksi Barongsai, stand up comedy, tari-tarian tradisional serta konser musik.
Sementara hari kedua menghadirkan lomba busana atau fashion show tingkat TK, pentas seni anak-anak, pembacaan puisi, tari Tobe bersama dan penutupan festival.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.