Pemkot Kupang dorong kolaborasi gereja menghadapi era AI
Pemkot Kupang dorong kolaborasi gereja menghadapi era AI
Kamis, 6 Agustus 2026 03:19 WIB
Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Edward Pelt (ketiga kiri) bersama pengurus HKBP dalam Sinode Distrik XVII HKBP Indonesia Bagian Timur di Kupang, NTT, Selasa (4/8/2026). ANTARA/HO-Pemkot Kupang
Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendorong kolaborasi dengan gereja dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) guna memastikan pemanfaatan teknologi tetap sejalan dengan nilai iman, moral, dan kemanusiaan.
Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Edward Pelt di Kupang, Rabu, mengatakan gereja memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam memastikan kemajuan teknologi dimanfaatkan secara bijaksana bagi masyarakat.
"Teknologi berkembang sangat cepat. Tantangannya bukan lagi bagaimana menghindarinya, tetapi bagaimana menggunakannya secara bijaksana agar memberi manfaat bagi kehidupan dan pelayanan. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi bersama gereja, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat," katanya.
Menurut dia, sinode bukan sekadar forum organisasi gereja, melainkan ruang untuk menyatukan visi dan memperkuat pelayanan yang membawa damai, harapan, serta manfaat bagi masyarakat. Tema kecerdasan buatan yang diangkat dalam sinode dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelayanan gereja.
Jeffry mengatakan Pemkot Kupang terus membuka ruang sinergi dengan lembaga keagamaan dalam mendukung pembangunan, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Kami siap berkolaborasi dengan berbagai gagasan yang lahir dari sinode ini. Gagasan yang baik tidak cukup hanya disimpan, tetapi harus diwujudkan demi kemuliaan Tuhan dan kesejahteraan bersama," ujarnya.
Sementara itu, Praeses HKBP Distrik XVII Indonesia Bagian Timur Pdt. Christian Sitompul mengatakan salah satu fokus pembahasan sinode tahun ini ialah transformasi pelayanan gereja di era digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai instrumen pendukung pelayanan.
"Kita tidak mungkin menolak perkembangan kecerdasan buatan. Yang harus kita lakukan adalah menjadikannya sebagai alat yang mendukung pelayanan, menambah pengetahuan, dan membawa manfaat bagi gereja serta masyarakat tanpa mengabaikan nilai-nilai iman," katanya.
Sinode Distrik XVII HKBP Indonesia Bagian Timur yang berlangsung pada 4–6 Agustus 2026 membahas program pelayanan, anggaran kerja gereja, serta penyusunan rekomendasi strategis untuk memperkuat pelayanan di tengah perkembangan teknologi digital.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.