Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Selatan bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Yayasan Anyo Indonesia mendorong deteksi dini kanker anak lewat kader PKK.
"Anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus kita jaga, lindungi, dan tumbuhkan dalam kondisi sehat. Pemahaman mengenai gejala yang perlu diwaspadai sangat penting agar anak dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan sedini mungkin," kata Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo di Jakarta, Selasa.
Dalam kegiatan sosialisasi bertajuk "Waspada dan Kenali Gejala Kanker pada Anak Sejak Dini", Syafrin menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, khususnya para kader PKK, yang hadir dan menunjukkan komitmen nyata terhadap kesehatan keluarga di wilayah Jakarta Selatan.
Ia juga mendorong para kader PKK untuk aktif menggerakkan masyarakat memanfaatkan program pemerintah, yakni Cek Kesehatan Gratis.
Menurut dia, langkah ini menjadi cara efektif untuk mendapatkan informasi awal terkait kesehatan keluarga dan mengambil tindakan korektif yang dibutuhkan.
"Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemkot Jakarta Selatan dan TP PKK berharap upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan dapat terus diperkuat, sehingga tercipta lingkungan yang peduli dan mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK DKI Jakarta, Dewi Rano, menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman kanker pada anak berdasarkan data Global Cancer Observatory.
Tercatat ada 11.156 kasus baru kanker pada anak usia 0 hingga 19 tahun setiap tahunnya di Indonesia, dengan leukemia sebagai jenis yang paling banyak ditemukan, yakni sekitar 34,8 persen.
"Peran kita tidak hanya membantu mengenali gejala kanker pada anak, tetapi juga memberikan dukungan kepada anak dan keluarga yang berjuang menjadi penyintas kanker. Pengetahuan di tingkat keluarga sangat penting untuk membangun lingkungan yang peka terhadap kesehatan anak," katanya.
Sementara itu, Ketua Bidang IV TP PKK DKI Jakarta, Suni Sigit, menyampaikan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat, memberikan pemahaman tanda dan gejala awal kanker pada anak, serta mendorong deteksi dini dan penanganan yang cepat.
Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Dr. Edi Setiawan Tehuteru yang memaparkan materi mengenai "Waspada dan Kenali Kanker pada Anak", serta Dr. Fitria Ramdita Budi dengan materi "Kenali TBC di Lingkungan Keluarga".
"Kegiatan yang diikuti oleh 300 peserta ini dihadiri oleh unsur TP PKK, pengurus Darma Wanita, kader PKK, kader Dasawisma, kader Posyandu, guru PAUD, hingga Pengelola RPTRA," pungkasnya.
Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mencatat kenaikan kasus kematian akibat kanker di Jakarta.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes DKI Jakarta, Ratna Sari, mengungkapkan kenaikan angka kematian akibat kanker naik sekitar 33 persen.
Berdasarkan data sistem informasi rumah sakit online tahun 2025, sebanyak 625.022 pasien kanker menjalani perawatan jalan.
Baca juga: Studi ungkap kesalahan minum teh dan kopi berisiko kanker
Baca juga: Ini ciri rambut rontok yang berkaitan dengan kanker
Baca juga: Dokter: Penyintas kanker tetap perlu jalani pengawasan setelah remisi
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.