Solok (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Solok dengan menyerahkan langsung ke lokasi bencana.
"Musibah yang terjadi di Kabupaten Solok menjadi perhatian kita bersama. Karena itu, kami berinisiatif memberikan dukungan sebagai wujud kepedulian antardaerah, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan,” kata Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias di Solok, Sabtu.
Bantuan yang disalurkan berupa sejumlah peralatan rumah tangga seperti penanak nasi, kompor gas, termos air, kuali dan peralatan salat.
Ia menyebut Baznas Bukittinggi juga memberikan bantuan sebesar Rp10 juta dalam bentuk 30 tabung gas serta 20 paket penanak nasi.
Ia mengatakan bantuan tersebut dihimpun sebagai bentuk kepedulian masyarakat daerahnya terhadap korban bencana di Kabupaten Solok.
"Kami turut berduka atas bencana yang menimpa warga serta Pemerintah Kabupaten Solok. Semoga bantuan yang kami berikan dapat meringankan beban korban, bantuan kita kumpulkan dari ASN dan masyarakat Bukittinggi," ujarnya.
Baca juga: Update dampak banjir bandang di Solok Sumbar
Ia menemui langsung warga terdampak bencana bersama Bupati Solok dan meminta masyarakat tetap bersabar dalam menghadapi kondisi pascabencana.
Ia mengatakan dukungan dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terus diperkuat untuk membantu masyarakat menghadapi dampak bencana.
"Yakinlah, pemerintah akan selalu hadir di tengah masyarakat. Wapres RI sudah datang, Gubernur, Wakil Gubernur, Kepala Daerah se Sumbar. Kita semua akan bergandengan tangan untuk membantu menyelesaikan persoalan yang ada," kata dia.
Sementara Bupati Solok Jon Firman Pandu mengapresiasi kepedulian dari Pemkot Bukittinggi. Bantuan dan donasi yang diberikan tentu sangat bermanfaat bagi warga yang menjadi korban terdampak bencana banjir bandang.
"Kami ucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Pemerintah Kota Bukittinggi. Kebersamaan yang dijalin, tentu dapat memberikan semangat bagi kami Pemkab Solok untuk segera bangkit dan membantu serta melayani warga, terutama mereka yang terdampak," ujarnya.
Baca juga: TNI dan PU pasok air bersih masyarakat terdampak banjir bandang Solok
Ia menjelaskan banjir bandang terjadi pada 21 September 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Akibat musibah itu, dua orang meninggal dunia setelah dikabarkan hilang saat bencana terjadi.
Dia mengatakan banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur. Enam gedung perkantoran, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, kendaraan, jembatan, sawah, lahan kering serta puluhan rumah warga mengalami kerusakan berat.
"Kerusakan yang terjadi cukup beragam dan mencakup fasilitas umum maupun milik masyarakat. Kami berharap proses penanganan dan pemulihan dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Ia menyebut total kerugian sementara yang ditaksir mencapai sekitar Rp300 miliar dan untuk penanganan darurat Pemkab Solok menetapkan status tanggap darurat bencana sejak 22 September hingga 5 Oktober 2026.
Baca juga: Wapres pastikan kebutuhan pengungsi banjir bandang Solok terpenuhi
Pewarta: Najmi Aulia
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.