Bontang (ANTARA) - Pemerintah Kota Bontang, Kalimantan Timur, mengevaluasi sejumlah layanan publik dalam Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Triwulan III Tahun Anggaran 2026, bertujuan menyesuaikan dengan anggaran daerah.
“Evaluasi dilakukan untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah,” ucap Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris di Kota Bontang, Rabu (7/10).
Dia menyampaikan dengan keterbatasan ruang fiskal daerah, pelaksanaan program harus menyesuaikan kemampuan daerah.
Agus Haris menekankan bahwa peningkatan layanan publik membutuhkan koordinasi yang jelas antara perangkat daerah.
Ia meminta, sekretaris daerah menjadi pusat koordinasi yang menghubungkan pimpinan daerah dengan jajaran asisten, staf ahli, hingga organisasi perangkat daerah (OPD).
“Sekda harus menjadi sentral koordinasi. Alurnya jelas, dari wali kota dan wakil wali kota kepada sekda, kemudian asisten dan staf ahli, lalu kepada OPD,” katanya.
Ia juga meminta para asisten memperkuat koordinasi dengan OPD mitra, sedangkan staf ahli diarahkan memberikan analisis makro sebagai bahan rekomendasi kepada pimpinan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bontang Sony Suwito Adicahyono menekankan bahwa efektivitas koordinasi lebih penting dibandingkan banyaknya rapat.
“Yang paling penting bukan banyaknya rapat, tetapi efektivitas koordinasi dan tindak lanjut dari hasil rapat,” katanya.
Menurutnya, koordinasi lintas OPD dapat dilakukan melalui konferensi video apabila persoalan yang dibahas dapat diselesaikan dengan cara tersebut.
Dia juga menyoroti peran camat dan lurah sebagai jajaran pemerintah yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Lurah diminta mampu menyampaikan kebijakan pemerintah sekaligus menjelaskan berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah daerah kepada masyarakat.
Pemkot juga mengevaluasi capaian tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK yang mencapai 97,18 persen pada semester I 2026. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator yang dibahas dalam evaluasi kinerja perangkat daerah.
Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.