Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, menyiapkan pemindahan kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 dari lokasi sementara di Jalan Ahmad Yani ke fasilitas permanen di kawasan Rancamaya.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Kota Bogor, Sabtu, mengatakan, kegiatan pendidikan di lokasi sementara merupakan tahap rintisan sambil menunggu pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat di Rancamaya rampung.
"Dengan adanya Sekolah Rakyat ini nanti kita akan siapkan. Ini rintisan untuk mempersiapkan bersamaan, simultan dengan pembangunan di Rancamaya," kata Dedie.
Menurut dia, penyelenggaraan pendidikan di lokasi sementara memungkinkan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan tanpa harus menunggu pembangunan gedung permanen selesai.
Dengan demikian, ketika fasilitas di Rancamaya siap digunakan, para siswa dapat langsung melanjutkan pendidikan di lokasi baru bersama guru dan tenaga pendamping.
"Jadi nanti begitu Rancamaya siap, tentunya tidak dimulai dari nol. Siswa lanjutan tinggal berpindah saja dari beberapa lokal yang sudah ada sekarang, termasuk juga guru, pendamping, dan semuanya," ujarnya.
Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Kota Bogor menempati sementara area asrama kementerian di Jalan Ahmad Yani, Kota Bogor.
Dedie menjelaskan, program Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
Ia menilai keberadaan sekolah berasrama tersebut tidak hanya memberikan akses pendidikan formal, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan kemandirian siswa.
Menurut dia, sebagian siswa berasal dari keluarga sederhana yang sebelumnya belum terbiasa menjalani kehidupan di lingkungan asrama.
"Karena tadi saya melihat rata-rata dari keluarga yang sederhana, yang mungkin secara teknis mereka belum terbiasa menghadapi situasi asrama. Sebenarnya di sinilah dididik, di sinilah dipersiapkan," katanya.
Dedie juga mengingatkan para siswa agar menjaga fasilitas pendidikan dan asrama yang telah disediakan pemerintah sehingga tetap dapat dimanfaatkan oleh peserta didik berikutnya.
Ia menekankan pentingnya membangun rasa tanggung jawab bersama terhadap kebersihan dan pemeliharaan fasilitas sekolah.
"Karena nanti akan dipakai lagi oleh junior-juniornya yang baru. Jadi jangan sampai nanti anak-anak yang baru, warisannya kursi yang rusak, ruangan yang kotor, WC yang berantakan. Jadi harus sama-sama dijaga, dipelihara," ujar Dedie.
Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.