Pemkot Bengkulu tegaskan sekolah dilarang tarik biaya untuk HUT RI - ANTARA News Bengkulu
Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menegaskan seluruh sekolah tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah tersebut dilarang memungut biaya dari siswa maupun orang tua untuk kegiatan HUT Ke-81 RI.
Larangan tersebut juga termasuk seluruh bentuk pungutan untuk pelaksanaan perlombaan maupun kegiatan peringatan kemerdekaan, baik tingkat kelas, antar-kelas, maupun yang melibatkan seluruh warga sekolah.
"Kita ingin suasana kemerdekaan tetap semarak di sekolah. Tapi jangan sampai ada pihak yang merasa terbebani karena diminta sumbangan," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu Ilham Putra di Bengkulu, Rabu.
Ia menyebut peringatan 17 Agustus harus menjadi sarana menumbuhkan nasionalisme dan kebersamaan, bukan menjadi alasan membebani orang tua dengan biaya tambahan
Pihak sekolah diminta memanfaatkan anggaran yang tersedia dan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki untuk menggelar berbagai kegiatan, sehingga para siswa tetap dapat mengikuti perlombaan tanpa terkendala biaya.
Guna memastikan larangan tersebut dipatuhi oleh pihak sekolah, Dinas Dikbud Kota Bengkulu akan melakukan pemantauan ke sekolah-sekolah selama rangkaian peringatan HUT RI.
Ia menjelaskan pengawasan tersebut dilakukan dengan memfokuskan mencegah munculnya pungutan liar yang dibungkus sebagai biaya kegiatan kemerdekaan.
Dinas Dikbud Kota Bengkulu juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat, khususnya orang tua siswa, apabila menemukan sekolah yang tetap melakukan pungutan.
"Jika masyarakat menemukan adanya praktik pungutan yang bertentangan dengan instruksi tersebut (disilakan melapor). Setiap laporan akan ditindaklanjuti dan sekolah yang terbukti melanggar akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku," kata dia.
Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.