Pemkot Batam gelar pelatihan wirausaha bagi penyandang disabilitas
Pemkot Batam gelar pelatihan wirausaha bagi penyandang disabilitas
Kamis, 6 Agustus 2026 13:53 WIB
Disnaker Batam dan Kementerian Ketenagakerjaan saat memberi atribut pelatihan kerja kepada peserta penyandang disabilitas di Batam, Kepri, Kamis (6/8/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)
Batam (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) untuk pertama kalinya menggelar pelatihan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas sebagai upaya meningkatkan kompetensi, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pasar kerja yang lebih inklusif.
Kepala Disnaker Kota Batam Yudi Suprapto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program perluasan kesempatan kerja sekaligus mendukung Program Prioritas Nomor 7 Wali Kota Batam yang fokus pada peningkatan kualitas tenaga kerja.
"Ini pertama kali dilaksanakan di Batam, pelatihan untuk penyandang disabilitas. Tujuannya meningkatkan kompetensi penyandang disabilitas maupun nondisabilitas agar memiliki daya saing di dunia kerja," ujarnya di Batam, Kamis.
Ia menjelaskan, pelatihan juga menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mendorong implementasi ketentuan yang mewajibkan perusahaan swasta mempekerjakan sedikitnya satu persen tenaga kerja penyandang disabilitas.
"Ini menjadi tantangan bagi kami untuk membantu mewujudkan amanat tersebut. Melalui pelatihan ini kami ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, membuka peluang usaha, memperluas kesempatan kerja, sekaligus mendorong kesempatan kerja yang inklusif," katanya.
Ia menyebutkan, sebanyak 136 peserta mengikuti pelatihan tersebut, dengan 95 orang merupakan penyandang disabilitas, sementara sisanya merupakan pendamping yang diikutsertakan pelatihan, seperti anggota keluarga.
Yudi menjelaskan bahwa peserta berasal dari berbagai ragam disabilitas, seperti disabilitas fisik, sensorik, dan motorik.
Sejumlah peserta tampak menggunakan kursi roda maupun alat bantu jalan selama mengikuti kegiatan.
Disnaker Batam juga menyediakan delapan jenis pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan peluang usaha, yakni tata boga yang diikuti 16 peserta, salon kecantikan 15 peserta, hidroponik buah 23 peserta, operator komputer 18 peserta, barista UMKM 17 peserta, housekeeping dan laundry 16 peserta, pangkas rambut 14 peserta, serta digital marketing sebanyak 17 peserta.
Pelatihan tersebut akan digelar di masing-masing lembaga pelatihan kerja dan diperkirakan rampung pada November mendatang.
"Kami berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan disiplin dan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang didapat bisa menjadi bekal untuk bekerja maupun berwirausaha," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Bidang Tenaga Kerja Disabilitas Kementerian Ketenagakerjaan Asrian Darma Saputra mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota Batam yang dinilai aktif memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
"Batam menjadi salah satu daerah yang aktif dalam pengembangan tenaga kerja disabilitas. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata untuk mewujudkan kesempatan kerja yang setara agar peserta nantinya dapat masuk ke pasar kerja," katanya.
Ia menegaskan keterbatasan fisik tidak boleh menjadi penghalang bagi seseorang untuk bekerja maupun mengembangkan potensi diri.
"Keterbatasan fisik bukan menjadi halangan. Pelatihan ini memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk memperoleh pekerjaan maupun bekerja secara mandiri," tutupnya.
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.