Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berkomitmen meningkatkan ketersediaan jaringan jalan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan, termasuk komunitas pesepeda dan kelompok disabilitas.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan melalui siaran pers, Senin, menyatakan pembangunan infrastruktur perkotaan tidak boleh berfokus pada kendaraan bermotor saja, tetapi harus inklusif dan memperhatikan aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Jalan di Kota Bandung memberikan kemudahan bagi kendaraan bermotor, tapi itu basic. Jalan kemudian harus ramah pesepeda dan pejalan kaki. Yang tertinggi itu disabilitas,” kata Farhan.
Farhan mengajak masyarakat dan komunitas pesepeda untuk aktif menyampaikan kritik serta masukan guna memastikan pembangunan fasilitas public dapat tepat sasaran. Komitmen ini juga menjadi langkah persiapan Kota Bandung yang ditunjuk sebagai tuan rumah Jambore Pesepeda Lipat Nasional pada Desember mendatang.
"Desember Jambore Pesepeda Lipat Nasional. Kita jadi ibu kota kumpulnya dari seluruh Indonesia. Kota paling menyenangkan para pesepeda," ujarnya.
Di sisi lain, salah satu peserta kegiatan dari SMK 12 Bandung, Uwin, mengungkapkan sejumlah kendala yang masih sering dihadapi pesepeda di jalan raya, seperti kemacetan hingga pengalihan fungsi jalur sepeda menjadi area parkir liar.
Menanggapi tantangan tersebut, Ketua Bike to Work Bandung Andi Muhammad menyampaikan bahwa Gerakan Nyapedah Nyakola akan digulirkan secara rutin sebulan sekali pada hari Sabtu untuk memberikan rasa aman sekaligus wadah edukasi keselamatan bagi para pesepeda.
"Kita ingin meningkatkan minat sepeda, kita ingin meramaikan. Kemudian barengan sehingga ada keamanan," tutur Andi.
Pewarta: Qya Aidi Adha
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.