Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota Bandung menyiapkan langkah mitigasi akibat dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Krakatau yang telah memasuki wilayah Bandung.

"Kalau itu nanti kami sedang menyusun sebuah mitigasi apabila memang abu vulkaniknya sampai ke Bandung. Kami akan koordinasi yang pertama tentunya dengan BMKG, kedua dengan BPBD, ketiga dengan AirNav, dan keempat dengan KCIC," kata Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Senin.

Menurut dia, koordinasi lintas instansi tersebut diperlukan mengingat dampak abu vulkanik dapat menyentuh berbagai sektor, mulai dari transportasi udara hingga aktivitas kereta cepat.

Farhan menegaskan informasi kepada warga juga harus disampaikan secara cepat agar langkah pencegahan bisa segera diambil di lapangan.

"Termasuk juga penyampaian informasi kepada anak-anak, khususnya yang bersekolah yang juga pakai kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor. Itu berbahaya sebenarnya," katanya.

Pemkot Bandung masih menunggu masukan dari instansi sebelum mengeluarkan imbauan lebih lanjut kepada masyarakat. Selain menghadapi potensi dampak abu vulkanik, Pemkot Bandung juga terus memperkuat kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana lain, termasuk gempa bumi.

Sementara itu, dampak sebaran abu vulkanik tersebut telah membuat operasional penerbangan di Bandara Husein Sastranegara dihentikan sementara pada Minggu (6/9).

Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia Arie Ahsanurrohim menyebutkan penghentian aktivitas penerbangan berlangsung sejak pukul 12.07 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Ia mengatakan penghentian dilakukan setelah hasil pemantauan menunjukkan sebaran abu vulkanik sudah memasuki wilayah Bandung, sehingga pihak bandara masih terus mengamati perkembangan sebelum memutuskan pembukaan kembali aktivitas penerbangan.

Pewarta: Karen Virginia Syiefa
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.