Ambon (ANTARA) -
Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, mendorong penyelenggaraan kegiatan budaya dan pariwisata agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat, terutama melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena, di Ambon, Senin, mengatakan penyelenggaraan sebanyak 70 acara pariwisata dan budaya di Kota Ambon sepanjang 2026 perlu dioptimalkan untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan, bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial.
“Setiap acara harus memberikan dampak bagi masyarakat, termasuk dengan melibatkan pelaku UMKM lokal agar kegiatan yang dilaksanakan turut menggerakkan perekonomian,” katanya pula.
Menurut dia, kegiatan budaya memiliki potensi untuk mempertemukan masyarakat, termasuk anak cucu negeri yang merantau di berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri, sekaligus membuka peluang kontribusi bagi pembangunan kampung halaman.
Karena itu, ia berharap kepulangan masyarakat perantauan melalui kegiatan Perenta Pulang Jilid II dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian negeri asal, selain mempererat hubungan persaudaraan antargenerasi.
Bodewin juga menegaskan pentingnya melestarikan tradisi sebagai bagian dari identitas masyarakat adat Maluku. Warisan leluhur, katanya, perlu terus dijaga agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus.
“Apa yang kita dapatkan, nikmati, dan miliki hari ini tidak terlepas dari apa yang ditinggalkan oleh para leluhur kita. Oleh karena itu, tradisi ini harus terus kita budayakan dan lestarikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan Perenta Pulang dan tradisi Panas Gandong menjadi momentum untuk memperkuat ikatan pela, gandong, persatuan, dan kekeluargaan antara negeri-negeri yang terlibat.
Pemerintah Kota Ambon, katanya lagi, berkomitmen mendukung kegiatan tersebut agar hubungan persaudaraan antarnegeri tetap terjaga, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah.
Peluncuran logo dan rangkaian kegiatan Perenta Pulang Jilid II melibatkan Negeri Batu Merah, Negeri Ema, serta Negeri Hunisi di Kabupaten Maluku Tengah. Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Ambon berharap pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata dan penguatan ekonomi masyarakat setempat.
Pewarta: Winda Herman
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.