Ambon (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, bersama PT Pertamina berkolaborasi membantu warga terdampak kebakaran di kawasan Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku.

“Atas nama Pemkot Ambon, kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada pimpinan Pertamina bersama jajaran, yang telah berpartisipasi meringankan beban masyarakat yang terkena dampak kebakaran,” kata Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, di Ambon, Senin.

Bodewin mengapresiasi keterlibatan Pertamina dalam membantu meringankan beban warga yang tengah menghadapi dampak musibah kebakaran tersebut.

Menurut Wattimena, penanganan warga terdampak musibah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah.

Peran dunia usaha, lembaga sosial dan elemen masyarakat diperlukan agar bantuan dapat menjangkau kebutuhan warga secara cepat dan tepat.

Ia menilai keterlibatan Pertamina menunjukkan pentingnya kepedulian sosial dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit.

“Bantuan ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab kolaborasi pemerintah dengan pihak Pertamina kepada masyarakat yang terdampak bencana kebakaran,” ujarnya.

Wali Kota juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam menangani persoalan sosial maupun kebencanaan.

Menurut dia, pemerintah membutuhkan dukungan berbagai pihak karena tidak dapat berjalan sendiri dalam memberikan penanganan dan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Ia berharap kepedulian terhadap korban kebakaran tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi dapat berlanjut melalui dukungan dan pendampingan hingga warga terdampak kembali menjalani kehidupan secara normal.

Diketahui, sebelumnya kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di RT 02/RW 01 Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Jumat (28/8/2026).

Sebanyak 76 jiwa terdampak dalam kejadian tersebut, dengan 64 di antaranya merupakan penghuni indekost.

Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.