Pemkab Temanggung : Waspadai penipuan lowongan kerja di LN

Senin, 28 September 2026 21:54 WIB

Image Print

Fungsional Pengantar Kerja Disperinaker Kabupaten Temanggung Adhi Nugroho memberi penjelasan kepada para siwa SMK Mipha Parakan Kabupaten Temanggung, Senin (28/9/2026). (ANTARA/Heru Suyitno)

Temanggung (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengingatkan masyarakat yang berminat bekerja keluar negeri agar menempuh proses penempatan tenaga kerja melalui jalur resmi guna menghindari penipuan dan pungutan biaya yang tidak semestinya.

Fungsional Pengantar Kerja Disperinaker Kabupaten Temanggung Adhi Nugroho di Temanggung, Senin, menyampaikan masyarakat perlu melakukan konfirmasi kepada Disperinaker sebelum menerima tawaran pekerjaan di luar negeri, terutama jika calon pekerja diminta membayar sejumlah biaya.

Ia menyampaikan hal tersebut pada kegiatan "Menyiapkan Pekerja Migran Sehat Konten dan Finansial" di SMA Bhumi Phala (Mipha) Parakan Kabupaten Temanggung yang digelar LKBN ANTARA Biro Jawa Tengah bersama Pemkab Temanggung dan Bank Mandiri itu.

"Apabila ditawari peluang kerja keluar negeri dengan biaya tertentu, kami harap dikonfirmasikan terlebih dahulu ke Disperinaker agar masyarakat tidak terkena biaya terlalu tinggi atau sudah membayar tetapi tidak berangkat," katanya.

Menurut dia, kasus dugaan penipuan terkait tawaran bekerja di luar negeri telah beberapa kali diterima pihaknya. Namun, jumlah kasus tersebut belum dapat direkap secara keseluruhan karena tidak semua korban melapor.

Ia mengatakan sebagian persoalan yang ditemukan berkaitan dengan biaya penempatan yang dinilai terlalu tinggi dibandingkan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Ia mengingatkan masyarakat untuk memahami kewenangan lembaga dalam proses penempatan pekerja migran Indonesia. Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) pada dasarnya berperan memberikan pelatihan bahasa dan keterampilan, bukan melakukan penempatan pekerja migran.

"Yang secara undang-undang berhak menempatkan adalah P3MI maupun pemerintah. LPK maupun LKP untuk pelatihan bahasa maupun keterampilan. Jadi mohon pemahaman dari masyarakat," katanya.

Ia mengimbau masyarakat yang ingin bekerja keluar negeri untuk mendatangi langsung Kantor Disperinaker Kabupaten Temanggung guna memperoleh informasi mengenai prosedur penempatan, peluang kerja, serta ketentuan biaya yang berlaku.

Berdasarkan data Disperinaker Kabupaten Temanggung, saat ini sekitar 400 pekerja migran asal daerah tersebut telah terdaftar bekerja di luar negeri. Negara tujuan terbanyak antara lain Hong Kong dan Taiwan, sementara sebagian lainnya bekerja di Turki, Bulgaria dan Kroasia.

Para pekerja migran asal Temanggung tersebut bekerja di berbagai sektor, dengan sebagian besar berada di sektor rumah tangga. Selain itu, terdapat pekerja yang bekerja di sektor perhotelan, pabrik dan pertanian.

Kepala LKBN ANTARA Biro Jawa Tengah Teguh Imam Wibowo mengatakan kegiatan penyuluhan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempersiapkan calon pekerja migran yang memiliki keterampilan sekaligus mampu memanfaatkan media sosial secara positif.

Menurut dia, pekerja migran Indonesia yang berada di luar negeri dapat turut memperkenalkan budaya kerja dan kehidupan masyarakat Indonesia melalui konten yang mereka buat.

"Ketika mereka bekerja di luar negeri, mereka bisa melahirkan konten-konten yang menunjukkan bagaimana budaya kerja orang-orang Indonesia di luar negeri. Budaya kerja itu bisa memicu dan memacu anak-anak lain yang mungkin bekerja di luar," katanya.

Ia menilai peluang kerja di luar negeri cukup beragam sehingga perlu diimbangi dengan kesiapan calon pekerja, baik dari sisi keterampilan maupun kemampuan.

Selain keterampilan dan kemampuan, kata Teguh, pekerja migran juga perlu mendapatkan pemahaman mengenai pembuatan konten yang baik dan bertanggung jawab, mengingat media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

"Kami menekankan bagaimana menyiapkan calon-calon tenaga migran yang mampu memberikan konten-konten yang baik, yang mencerminkan Indonesia seperti apa. Sehingga orang-orang di luar negeri semakin percaya bahwa calon pekerja migran dari Indonesia punya kualitas dari sisi keterampilan, kemampuan, maupun budaya yang baik," ujarnya.

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.