Tapanuli Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, meresmikan Jembatan Cinta Kasih Aek Poring di Desa Siantar Naipospos, Kecamatan Adian Koting, Sabtu (12/9), sebagai upaya memulihkan akses transportasi masyarakat yang terdampak bencana.
Jembatan gantung tersebut diresmikan Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat bersama Pimpinan Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Medan Mujianto. Pembangunannya mendapat dukungan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan dikerjakan melalui gotong royong masyarakat, TNI AD, serta Pemkab Tapanuli Utara.
Jembatan itu menjadi akses penting bagi aktivitas warga, terutama mobilitas pertanian dan akses anak-anak menuju sekolah. Infrastruktur tersebut juga kembali menghubungkan wilayah Tapanuli Utara dengan Tapanuli Tengah setelah akses sebelumnya rusak akibat bencana hidrometeorologi pada 25 November 2025.
Bupati Jonius mengapresiasi dukungan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia serta keterlibatan TNI AD dan masyarakat dalam pembangunan jembatan tersebut. Menurut dia, kolaborasi tersebut menunjukkan semangat gotong royong dalam menghadirkan akses transportasi yang aman dan memadai bagi masyarakat.
Pemkab Tapanuli Utara, kata Jonius, juga berkomitmen melanjutkan pembenahan infrastruktur di kawasan tersebut. Pada APBD 2026, pemerintah daerah mengalokasikan Rp2,5 miliar untuk perbaikan jalan dan jembatan di empat titik pada ruas Simpang Lapogambiri-Pancur Batu-Siantar Naipospos-Lobu Haminjon.
Selain infrastruktur jalan dan jembatan, Pemkab Taput merencanakan pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Dusun Lobu Haminjon, Desa Siantar Naipospos, dengan dukungan lahan dari masyarakat.
Pembenahan infrastruktur kawasan itu juga diusulkan berlanjut hingga 2028 dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp50 miliar berdasarkan data R3P.
Sementara itu, Mujianto mengatakan pembangunan jembatan tersebut dilandasi kepedulian kemanusiaan setelah pihaknya melihat anak-anak sekolah harus menyeberangi sungai dengan berenang akibat rusaknya jembatan sebelumnya. Meski menghadapi kendala pengangkutan material, pembangunan akhirnya dapat diselesaikan melalui kerja sama berbagai pihak.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penyerahan ulos kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah dan masyarakat.
Pewarta: Rinto Aritonang
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.