Tanjung, Kalsel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya  melestarikan kearifan lokal, melalui festival Budaya Dayak Maanyan Warukin ke-5 di Desa Warukin Kecamatan Tanta.

Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani, mengatakan festival budaya ini  bukan hanya menjadi ruang untuk menampilkan kesenian dan tradisi namun  kesempatan menjaga dan memperkenalkan budaya Dayak Maanyan kepada generasi berikutnya, sekaligus mendorong ekonomi masyarakat lokal.

"Saya melihat festival ini bukan sekadar acara tahunan namun momentum sukacita bagi masyarakat Dayak Maanyan untuk berkumpul kembali serta mempererat hubungan yang mungkin selama ini terpisah oleh jarak dan kesibukan," katanya di Tanjung, Sabtu.

Ia mengajak semua pihak yang terlibat untuk menjadikan  kegiatan ini sebagai kesempatan  saling menyapa, memperkuat persaudaraan, dan menjaga hubungan kekeluargaan.

Ketua Adat Dayak Maanyan Warukin Wanan Lami mengatakan, festival tahun ini  dihadiri peserta dari luar Kabupaten Tabalong dengan menyuguhkan aneka permainan dan budaya tradisional.

Ketua panitia pelaksana  Lisa Dewi Lestari menyebutkan festival yang  digelar selama tiga hari sejak tanggal 21 hingga 23 Agustus 2026, sebagai bentuk kolaborasi Pemkab Tabalong, pelaku usaha, tokoh masyarakat dalam rangka membangkitkan rasa bangga akan warisan leluhur. 

"Di festival ini kami ingin mendorong  ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM dan potensi lokal," jelas Lisa.

Gelaran budaya ini sendiri menjadi agenda tahunan yang didukung dana APBD Kabupaten Tabalong di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

"Tahun ini alokasi dana untuk festival budaya Dayak Maanyan sekitar Rp200 juta dan kita melibatkan even organizer selaku pelaksana kegiatan," jelas Kabid Kebudayaan Disdik Kabupaten Tabalong Rahma Norita.

Pewarta: Imam Hanafi
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.