Pemkab Sleman menyiapkan langkah antisipasi dampak cuaca ekstrem
Pemkab Sleman menyiapkan langkah antisipasi dampak cuaca ekstrem
Senin, 3 Agustus 2026 22:30 WIB
Bupati Sleman Harda Kiswaya. ANTARA/Sutarmi
Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan kesiapan anggaran maupun teknis dalam mengantisipasi dampak kemarau panjang serta ancaman kekeringan di seluruh wilayahnya.
"Dari sisi pendanaan sudah cukup, tidak ada masalah. Kalau anggaran rutin tidak cukup, dana cadangan ada. Kita bisa gunakan Belanja Tidak Terduga (BTT). Yang penting aman," kata Bupati Sleman Harda Kiswaya di Sleman, Senin.
Harda mengatakan beberapa titik kerawanan air yang sempat terjadi di Kapanewon Moyudan dan Tempel telah berhasil ditangani. Penanganan dilakukan melalui perbaikan sarana sumur dalam serta penyaluran bantuan dropping air bersih yang sempat didistribusikan hingga pompa air kembali berfungsi optimal.
Sementara itu, untuk kawasan Prambanan bagian atas yang sebelumnya rawan kekeringan, saat ini dipastikan aman karena layanan jaringan PDAM telah menjangkau wilayah tersebut, bahkan turut melayani sebagian daerah perbatasan seperti Klaten dan Gunungkidul.
Untuk mengantisipasi potensi kekeringan akibat prediksi kemarau yang lebih panjang, Pemkab Sleman telah menginstruksikan pemetaan menyeluruh di tingkat kapanewon.
"Saya perintahkan BPBD dan PDAM untuk mengevaluasi di 17 kapanewon, ada atau tidak kerawanan air. Dari situlah nanti pemda bergerak," katanya.
Mengenai status tanggap darurat kekeringan, Harda menyampaikan Pemkab Sleman masih terus memantau perkembangan situasi di lapangan sebelum mengambil keputusan formal.
Selain masalah pasokan air, Pemkab Sleman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga mengantisipasi dampak bencana akibat cuaca ekstrem lainnya, seperti angin kencang, dengan menyiapkan bantuan sosial dan santunan bagi warga yang terdampak.
"Semua sudah dipetakan, sehingga harapannya dapat diantisipasi lebih dini, " katanya.
Terkait dengan operasional aliran Selokan Mataram, Harda memastikan saluran irigasi tersebut tetap mengalir dan beroperasi normal tanpa adanya pengeringan.
"Air di Selokan Mataram mengalir seperti biasa, tidak ada penghentian aliran air, " katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026