Pemkab Pulang Pisau prioritaskan normalisasi kanal tangani karhutla Tumbang Nusa
Pemkab Pulang Pisau prioritaskan normalisasi kanal tangani karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 8 Agustus 2026 16:19 WIB
Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i ikut turun langsung memadamkan api di lokasi karhutla di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Jumat (7/8/2026). (ANTARA/HO-Diskominfostandi Pulang Pisau)
Pulang Pisau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), Kalimantan Tengah, bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprioritaskan normalisasi dan rekonstruksi kanal di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya sebagai langkah jangka menengah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Normalisasi kanal menjadi target yang harus segera dilakukan agar lahan gambut cepat terairi kembali sebagai upaya pengendalian karhutla,” kata Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i di Pulang Pisau, Jumat.
Bupati juga turun langsung meninjau lokasi karhutla di Desa Tumbang Nusa bersama tenaga ahli dari BNPB untuk memastikan proses penanganan berjalan maksimal.
“Kami ingin memastikan seluruh personel bekerja dengan baik di lapangan,” ujarnya.
Menurut dia, kehadiran BNPB di lokasi kebakaran menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam menangani karhutla di Kalimantan Tengah. Perhatian tersebut diharap mempercepat upaya pengendalian kebakaran di wilayah Pulang Pisau.
“Semua pihak telah bekerja sama membantu melalui pasukan darat, sarana prasarana, mobil tangki, serta berbagai dukungan lainnya sehingga penanganan kebakaran dapat terus dilakukan,” katanya.
Baca juga: Pemprov Kalteng pastikan anak dari keluarga kurang mampu tetap bersekolah
Dia mengatakan kondisi di Desa Tumbang Nusa dan sekitarnya cukup berat karena minim sumber air. Oleh karena itu, penanganan karhutla membutuhkan dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Kabupaten Pulang Pisau sendiri tentu tidak mampu menangani karhutla yang terjadi di Tumbang Nusa sehingga kolaborasi menjadi kunci utama,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau terus memperkuat upaya pemadaman dengan mengerahkan berbagai sarana prasarana yang tersedia. Penanganan dilakukan secara terpadu bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
“Penanganan difokuskan pada kawasan lahan gambut yang memerlukan penanganan khusus agar api benar-benar dipastikan padam hingga ke bawah agar tidak kembali menyala,” demikian Ahmad Rifa’i.
Baca juga: Dinkes Pulpis siagakan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak asap karhutla
Baca juga: PAD Pulang Pisau capai 48,26 persen semester I tahun 2026
Baca juga: Program GENCARKAN berperan tingkatkan inklusi keuangan masyarakat Pulang Pisau
Pewarta : Adi Waskito/Dita Marsena
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.