Simpang Empat, Sumbar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menyatakan ketersediaan pangan sampai akhir tahun mencukupi berdasarkan proyeksi neraca pangan yang ada.
"Berdasarkan neraca pangan yang ada, ketersediaan pangan mencukupi sampai akhir tahun. Tersedianya pangan itu berdasarkan produksi lokal dan dari luar daerah," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat Ekadiana Oktavia di Simpang Empat, Sumbar, Jumat.
Menurutnya, ketersediaan pangan cukup karena adanya panen petani lokal dan pasokan pangan dari luar Pasaman Barat.
Untuk memastikan kondisi pangan itu, pihaknya melakukan pemantauan ketersediaan setiap pekannya.
Untuk satu pekan ke depan, ketersediaan pangan beras sebanyak 1.395,50 ton dengan kebutuhan 847 ton, jagung tersedia 3.733 ton dengan kebutuhan 2,35 ton dan cabai rawit sebanyak 58,50 ton dengan kebutuhan 25,50 ton.
Lalu, cabai tersedia 93,50 ton dengan kebutuhan 45,96 ton, bawang putih sebanyak 30,50 ton dengan kebutuhan 10,16 ton dan bawang merah 62,25 ton dengan kebutuhan 34,80 ton.
Pangan lain yang tersedia meliputi daging sapi 26,69 ton dengan kebutuhan 1,10 ton, ketersediaan daging ayam 136,39 dengan kebutuhan 59,18 ton, gula pasir 120,26 dengan kebutuhan 50,82 ton, dan minyak goreng 165,60 ton dengan kebutuhan 88,77 ton.
Selain produk pangan lokal, ketersediaan pangan juga didukung pasokan dari kabupaten lain di Sumatera Barat dan daerah lain, seperti Medan, Sumatera Utara.
"Kita melakukan pemantauan untuk satu pekan. Pekan depan juga akan kita pantau. Melihat ketersediaan pangan maka stok pangan sampai akhir tahun tersedia," katanya menjelaskan.
Selain melakukan pemantauan ketersediaan pangan, pihaknya juga melakukan gerakan pangan murah di tingkat nagari atau desa.
Gerakan pangan murah itu dilakukan terhadap pangan subsidi dan nonsubsidi. Jika pangan nonsubsidi disediakan beras dan minyak goreng sedangkan yang subsidi disediakan beras, minyak goreng, cabai, bawang, telur dan gula pasir.
"Gerakan pangan murah ini dengan menyediakan harga murah dibandingkan harga pasar. Untuk beras kota bekerja sama dengan Bulog, sedangkan pangan lainnya kita ambil langsung dari petani, sehingga harga lebih murah," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan kerja sama dengan daerah produsen pangan seperti Kabupaten Solok untuk penyediaan cabai dan bawang merah.