Pemkab OKI siapkan insentif untuk warga yang laporkan karhutla

Senin, 5 Oktober 2026 18:28 WIB

Image Print

Bupati OKI Muchendi Mahzareki (kanan) dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru (kiri). ANTARA/HO/Pemkab OKI

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menyiapkan insentif untuk warga yang ikut mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bupati OKI Muchendi Mahzareki di OKI, Senin, mengatakan sebagai bentuk apresiasi terhadap peran aktif warga, Gubernur Sumsel memberikan bonus Rp10 juta bagi masyarakat yang melaporkan kejadian karhutla, serta bonus tambahan Rp5 juta dari Bupati OKI khusus bagi pelapor di wilayah Kabupaten OKI.

Ia menyebutkan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melibatkan masyarakat hingga tingkat desa. Warga didorong aktif menjaga wilayah rawan melalui pemantauan, pencegahan pembukaan lahan dengan membakar, serta patroli lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat desa, Karang Taruna, Linmas, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga relawan.

"Pelibatan ini difokuskan pada pemetaan 107 desa rawan karhutla, dengan 61 desa prioritas yang tersebar di enam kecamatan, yakni Tulung Selapan, Cengal, Sungai Menang, Pangkalan Lampam, Pampangan, dan Air Sugihan," katanya.

Ia menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan petugas pemadam kebakaran semata. Kesadaran dan partisipasi aktif warga sangat dibutuhkan untuk menekan risiko sejak dini.

"Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus menjadi bagian dari pengawasan dan perusahaan memastikan personel serta peralatannya siap. Kalau bergerak sejak awal, kita bisa mencegah api meluas," ujarnya.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyebut masyarakat memiliki posisi paling strategis karena berada paling dekat dengan lingkungan rawan.

"Masyarakat adalah mata dan telinga kita di lapangan. Karena itu, kepedulian dan keberanian masyarakat untuk ikut menjaga wilayahnya sangat penting dalam mencegah karhutla," tegas Herman Deru.

Selain partisipasi masyarakat, pengendalian karhutla ini turut didukung penuh oleh unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dan dunia usaha untuk memastikan kesiapan personel serta peralatan pemadam di lapangan berfungsi secara optimal.

Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026