asiawebawards.com
  • 2026-07-28 13:36:26 +0000 UTC

    Jul 28, 2026

    Pemkab Lampung Barat perkuat kolaborasi wujudkan pusat kopi robusta nasional

    Lampung Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk mewujudkan daerah tersebut sebagai pusat pengembangan kopi robusta nasional melalui Program Strategi Pengembangan Ekosistem Kopi Robusta 2026–2030.

    Sekretaris Daerah Lampung Barat Nukman sebagaimana dikonfirmasi di Lampung Selatan, Selasa, mengatakan pengembangan kopi robusta membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, petani, akademisi, pelaku usaha, hingga industri agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

    “Kegiatan hari ini merupakan langkah bersama untuk membangun ekosistem kopi Lampung Barat yang terintegrasi, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi para petani, masyarakat, dan daerah. Upaya ini tentu memerlukan kolaborasi dari semua pihak,” katanya.

    Menurut dia, Lampung Barat memiliki potensi besar sebagai sentra produksi kopi robusta sehingga perlu didukung melalui penguatan ekosistem, mulai dari hulu hingga hilir.

    Ia juga menilai penguatan identitas kopi asal Lampung Barat menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing produk di tingkat nasional.

    “Kebanyakan orang luar hanya tahu Kopi Lampung, tetapi produksi terbesarnya berasal dari Lampung Barat. Bagaimana caranya agar seluruh Indonesia mengenal identitas kita sebagai Kopi Lampung Barat, salah satunya melalui penguatan branding, penggunaan logo Lampung Barat, dan promosi yang berkelanjutan. Kopi adalah identitas Lampung Barat yang harus terus kita gaungkan,” ujar dia.

    Sementara itu, Direktur PT Pesagi Mandiri (Perseroda) Alamsyah HR mengatakan program pengembangan ekosistem kopi tersebut disusun untuk membangun kemitraan yang terintegrasi antara pemerintah, BUMD, petani, pelaku usaha, dan dunia industri guna meningkatkan daya saing kopi robusta daerah.

    Menurut dia, Lampung Barat merupakan salah satu sentra kopi robusta terbesar di Indonesia dengan sekitar 36 ribu petani yang mengelola lahan sekitar 54 ribu hektare dan menghasilkan sekitar 63 ribu ton kopi per tahun.

    “Kopi bukan sekadar komoditas, tetapi merupakan identitas dan masa depan ekonomi masyarakat Lampung Barat. Karena itu, kami ingin menjadikan Lampung Barat sebagai pusat kolaborasi dan rujukan kopi robusta Indonesia,” katanya.

    Alamsyah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi, antara lain belum terintegrasinya data petani, belum tersedianya sistem ketertelusuran (traceability) produk kopi, terbatasnya kemitraan dengan industri, serta belum optimalnya nilai tambah yang diterima petani maupun pemerintah daerah.

    Melalui Program Strategi Pengembangan Ekosistem Kopi Robusta 2026–2030, pemerintah daerah bersama PT Pesagi Mandiri menargetkan peningkatan kesejahteraan petani, produktivitas dan kualitas kopi, masuknya investasi industri pengolahan, serta meningkatnya aktivitas ekonomi daerah.

    Program tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan seluruh pelaku dalam rantai nilai kopi robusta sehingga memperkuat posisi Lampung Barat sebagai pusat pengembangan kopi robusta nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor perkebunan kopi.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-07-28 13:36:26 +0000 UTC