Pemkab Kudus gelar "great sale"

Senin, 24 Agustus 2026 22:50 WIB

Image Print

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat berfoto bersama sejumlah pihak usai rapat koordinasi persiapan program "Great Sale" di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (24/8/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bakal menggelar program "Great Sale" selama September 2026, sebagai salah satu upaya meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Program 'Great Sale' ini mendapat dukungan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), hingga para pengusaha dan pelaku UMKM di Kabupaten Kudus," kata Bupati Kudus Sam’ani Intakoris usai memimpin rapat koordinasi program "Great Sale" di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin.

Menurut dia program Great Sale atau diskon besar-besaran yang dijadwalkan berlangsung 1-30 September 2026 ini, sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-477 Kota Kudus.

Program tersebut, kata dia, tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan transaksi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana promosi berbagai produk dan jasa yang tersedia di Kabupaten Kudus, serta untuk menggerakkan aktivitas ekonomi daerah dan memberikan ruang lebih besar bagi UMKM untuk memperluas pasar agar semakin tumbuh.

"Kami juga ingin menumbuhkan daya beli masyarakat. Yang kedua, terapi belanja, artinya kebutuhan-kebutuhan pokok di Kabupaten Kudus ini bisa berjalan dengan baik dan lancar," ujarnya.

Selain meningkatkan daya beli, "Great Sale" diharapkan mampu menarik wisatawan untuk datang dan berbelanja di Kabupaten Kudus. Dengan demikian, dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku UMKM, tetapi juga sektor pariwisata, perhotelan, ritel, transportasi, dan sektor usaha lainnya.

"Kita ingin menarik wisatawan datang ke Kabupaten Kudus. Ini akan meningkatkan UMKM kita, pelaku usaha, pelaku wisata, juga perhotelan, ritel, transportasi, maupun yang lainnya," ujarnya.

Dalam program tersebut, pelaku usaha akan memberikan potongan harga kepada masyarakat yang melakukan transaksi di Kabupaten Kudus. Besaran diskon diserahkan kepada masing-masing pelaku usaha, mulai dari 7 persen, 17 persen, 27 persen, hingga mencapai 70 persen.

"Semua ikut memberikan diskon kepada yang bertransaksi atau belanja di Kabupaten Kudus. Macam-macam, bisa tujuh persen, bisa 17 persen, bisa 27 persen, sampai 70 persen," ujarnya.

Hingga saat ini, sedikitnya 52 pelaku usaha telah tercatat akan berpartisipasi dalam program tersebut. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah menjelang pelaksanaan "Great Sale".

Sejumlah sektor usaha yang akan terlibat di antaranya hotel, pusat perbelanjaan, ritel modern, Pasar Kliwon, perbankan, hingga Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Sam'ani berharap keterlibatan berbagai sektor tersebut dapat menciptakan ekosistem belanja yang lebih luas sehingga masyarakat maupun wisatawan memiliki lebih banyak pilihan untuk bertransaksi selama berada di Kabupaten Kudus.

Sementara itu, General Manager Safir Kudus Tika Encim mengatakan pihaknya siap mendukung program "Great Sale" dengan memberikan penawaran khusus, baik untuk penjualan kamar maupun makanan dan minuman di hotel.

"Diskonnya kami terapkan untuk mendukung kegiatan 'Great Sale' ini, juga untuk meningkatkan daya jual, baik dari penjualan kamar maupun penjualan makanan yang ada di hotel," ujarnya.

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.