Karawang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengerahkan 13 unit alat berat untuk mendukung normalisasi saluran irigasi, sebagai upaya penanganan kekeringan areal persawahan.

"Normalisasi saluran irigasi dilakukan agar air bisa terus mengalir untuk mengairi areal sawah," kata Bupati Karawang, Aep Syaepuloh di Karawang, Minggu.

Ia menyampaikan, areal persawahan di sejumlah daerah di sekitar pesisir utara Karawang sempat dilaporkan mengalami kekeringan.

Atas hal itu, Pemkab Karawang melakukan koordinasi ke berbagai pihak, khususnya ke Perusahaan Umum Jasa Tirta II Jatiluhur serta BBWS.

Saat ini, kata bupati, sebanyak 13 unit alat berat telah diturunkan dan tersebar di berbagai wilayah Karawang untuk mendukung normalisasi saluran air dan sungai yang mengalir ke areal sawah.

"Kami akan terus memperkuat koordinasi dan mengambil langkah nyata agar fungsi saluran air tetap optimal, kebutuhan air bagi lahan pertanian terpenuhi, dan para petani Karawang dapat terhindar dari ancaman gagal panen," katanya.

Direktur Operasi dan Pemeliharaan Perusahaan Umum Jasa Tirta II Anton Mardiyono menyampaikan, pihaknya berupaya menjaga pasokan air di saluran irigasi pada musim kemarau tahun ini. Di antaranya dengan melakukan normalisasi saluran irigasi.

Dari laporan yang disampaikan, PJT II Jatiluhur menyampaikan telah melakukan upaya normalisasi saluran irigasi di wilayah Cilamaya, Jayakerta, Cibuaya, Pedes, Pakisjaya, serta di beberapa titik lainnya.

Seperti di Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes, Karawang, terdapat sekitar 450 hektare area sawah yang terdampak akibat terbatasnya ketersediaan air pada musim kemarau.

Atas kondisi itu dilakukan penanganan melalui pengoperasian 10 unit pompa dari kolaborasi antara BBWS Citarum dan Kementerian Pertanian dengan memanfaatkan sumber air terdekat.

Selain pompanisasi, dilakukan pula sejumlah penanganan untuk mendukung keberlanjutan pengairan, di antaranya pembuangan air asin menggunakan pompa, normalisasi saluran irigasi dengan excavator amphibi, pembuatan dam parit.

Atas upaya itu akhirnya jaringan irigasi dapat mengaliri area persawahan di Desa Sungaibuntu.

Di wilayah utara Karawang, seperti di wilayah Cilamaya, Jayakerta, Cibuaya, Pedes, dan Pakisjaya, juga dilakukan upaya serupa untuk membantu areal sawah mendapat air.

Sementara itu, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Karawang, sebelumnya melaporkan hingga akhir September 2026 terdapat 4.248 hektare sawah yang terdampak kekeringan.

Areal persawahan tersebut tersebar di Kecamatan Cilamaya Wetan, Telagasari, Jayakerta, Pedes, Pakisjaya, Kutawaluya, Cilebar, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, dan Pangkalan.

Pewarta: M.Ali Khumaini
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.