Garut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat sudah menetapkan lahan di Kecamatan Samarang untuk dijadikan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat definitif yang selanjutnya akan dilakukan pembangunan oleh pemerintah pusat.
"Kemarin kita meminta mengalokasikan anggaran untuk pembelian tanah. Kita di angka Rp9 miliar untuk pembelian tanah di Samarang," kata Sekretaris Daerah Pemkab Garut, Nurdin Yana di Garut, Selasa.
Ia menuturkan, program pemerintah pusat Sekolah Rakyat di Garut saat ini sudah berjalan yang sementara waktu dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Samarang, Garut.
Pemerintah pusat, kata dia, meminta pemerintah daerah untuk segera menyiapkan lahan yang memadai, sampai akhirnya menemukan lahan di Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang yang selanjutnya siap dibeli menggunakan dana dari anggaran perubahan Pemkab Garut.
"Kita mendapatkan alokasi pembelian itu, dan alokasi pembelian itu rencananya kan di bulan Oktober di perubahan anggaran," katanya.
Ia menyampaikan, setelah menetapkan lahan, selanjutnya akan dilakukan proses pembangunan sepenuhnya oleh pemerintah pusat yang kemungkinan dilakukan tahun anggaran 2027.
"Kita juga sudah komunikasi dengan Kenensos, semoga setelah itu (pembebasan lahan) ada titik masuk mendapatkan alokasi pembangunan, itu dibangunnya kan oleh pusat," katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Marlinda Siti Hana menambahkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat seluas 4,9 hektare yang selanjutnya menunggu kabar dari pemerintah pusat untuk waktu pembangunannya.
"Target ke pembangunan dapat kabar di bulan Oktober (2026). Anggaran dari pusat belum tahu berapa-berapanya, kurang-kurangnya nanti akan direncanakan di murni tahun 2027," katanya.
Ia menambahkan, saat ini pelaksanaan Sekolah Rakyat di Garut tahun ajaran 2025/2026 angkatan pertama sudah berjalan di BLK Samarang, Garut dengan jumlah siswa sebanyak 75 orang.
Sedangkan angkatan tahun ini, kata dia, tidak dilaksanakan di Garut, tapi siswanya dikirimkan ke Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumedang karena di Garut belum selesai pembangunannya.
"Angkatan sekarang sudah ke Sumedang," katanya.
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.