Belitung (ANTARA) - ‎Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencabut kebijakan pembatasan pembelian BBM jenis Pertalite menggunakan skema ganjil genap di SPBU bagi kendaraan bermotor mulai esok hari.

‎Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat di Tanjungpandan, Rabu mengatakan kebijakan ini diambil menyusul evaluasi di lapangan guna mengurai antrean panjang di sejumlah SPBU.

‎"Karena kondisinya hari ini belum bisa terurai artinya besok (tanggal genap) kendaraan roda dua boleh mengisi Pertalite di SPBU," katanya usai melakukan sidak ke TBBM Tanjungpandan, Rabu.

‎Ia menjelaskan, salah satu pemicu utama panjangnya antrean kendaraan adalah perilaku masyarakat yang melakukan pengisian secara berulang akibat kepanikan pasca kekosongan stok di tingkat pengecer.

‎"Dari pantauan kami, salah satu penyebab antrean panjang adalah masyarakat yang mengisi bahan bakar secara berulang. Kami memahami masyarakat tadi sempat panik sehingga melakukan isi ulang berkali-kali, ditambah lagi ketersediaan di tingkat eceran yang kosong," ujarnya.

‎Ia menegaskan, stok Pertalite di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjungpandan saat ini tersedia sebanyak 300 KL dan akan masuk pada, Jumat (25/9) sebanyak 1.000 KL, sehingga stok Pertalite dipastikan cukup.

‎"Harapan kami bersama-sama isilah BBM secukupnya jangan panic buying kondisi stok aman dan cukup," katanya.

‎Sebagai langkah solutif mengatasi kelangkaan di tingkat bawah sekaligus, Pemkab Belitung juga akan mengambil langkah merangkul para pengecer.

‎"Terkait hal ini, kita akan mencoba meminta bantuan kepada para pengecer. Sebetulnya, secara regulasi hal tersebut tidak diperbolehkan, namun dalam kondisi darurat seperti saat ini, langkah tersebut akan kita tempuh," ujarnya.

‎Dengan dicabutnya aturan ganjil genap ini, Bupati memastikan mulai besok seluruh kendaraan bermotor sudah dapat kembali mengisi BBM Pertalite di SPBU sesuai tanggal operasional normal tanpa batasan pelat nomor ganjil atau genap.

‎"Kami untuk tetap tenang dan mengisi BBM secara bijak sesuai kebutuhan kendaraan," katanya.

Pewarta: Apriliansyah
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.