Pemkab Batang terus kawal kualitas makanan Program Makan Bergizi Gratis
Pemkab Batang terus kawal kualitas makanan Program Makan Bergizi Gratis
Selasa, 4 Agustus 2026 16:58 WIB
Wakil Bupati Batang Suyono saat melakukan pengecekan dapur program makan bergizi gratis di Batang, belum lama ini. (ANTARA/Kutnadi)
Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, berkomitmen terus mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menjamin kualitas makanan bagi anak-anak maupun penerima lainnya.
Wakil Bupati (Wabup) Batang Suyono di Batang, Selasa, mengatakan pemerintah daerah memastikan akan menindak tegas setiap pelanggaran prosedur operasional standar (SOP) untuk menjamin kualitas makanan.
"Kami mengingatkan seluruh mitra pelaksana MBG agar tidak bermain-main dengan takaran maupun kualitas bahan pangan yang telah ditentukan," katanya.
Menurut dia, tindakan mengurangi volume atau kualitas untuk keuntungan pribadi termasuk bentuk kecurangan yang mengarah pada tindak pidana korupsi.
"Oleh karena itu kalau tidak sesuai SOP artinya mengurangi dari nilai-nilai yang sudah ditentukan, itu kan bisa menjadi yang bersifat korupsi, mengurangi nilai," katanya.
Sebagai Ketua Satgas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ia menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi daerah melalui pelibatan rantai pasok lokal.
"Oleh karena itu kami mewajibkan para mitra untuk menyerap hasil produksi petani dan peternak di daerah, serta melarang keras praktik monopoli pasokan. Ada sirkel peternak telur, ada sirkel peternak ayam, ada sirkel petani sayuran, itu semua kan harus terjual," katanya.
Pada acara Rakor Yayasan atau Mitra SPPG Tentang Kebutuhan Suplai Bahan Baku Lokal Untuk Dapur SPPG, ia menegaskan keterlibatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan petani lokal harus dijaga dari praktik yang tidak sehat.
"Kalau ada monopoli ya kita coret, nanti di-suspend dan ditutup, karena itu merugikan para petani lokal," katanya.
Terkait dengan evaluasi teknis, Wabup Suyono menekankan bahwa kunci utama keberhasilan program ini terletak pada integritas para pengelola.
"Saya menekan kejujuran menjadi mitra yang baik, karena ini program negara yang harus menghasilkan anak-anak yang cerdas dengan makan bergizi gratis ini. Ya produknya pun harus bergizi, sesuai dengan takaran yang ditentukan," katanya.
Ketua Korwil Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Batang Puji Lestari mengatakan pihak pengelola terus mendorong peningkatan angka penyerapan komoditas lokal yang saat ini masih menyisakan sekitar 19 persen pasokan dari luar daerah.
"Penyerapan bahan baku lokal itu harapannya setelah acara ini itu bisa minimal seperti tadi disampaikan Wakil Bupati tadi, bahwa paling tidak menyentuh angka 90-an. Meski kadang memang kebutuhan bahan baku lokal ini kan entah karena jumlahnya yang terbatas, juga semakin banyak akhirnya mengambil dari tempat lain," katanya.
Baca juga: Pemkab Batang sebut program Kementerian PKP berefek ganda untuk warga
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.