asiawebawards.com
  • 2026-07-31 08:49:38 +0000 UTC

    Jul 31, 2026

    Pemkab Batang komitmen jaga LP2B untuk ketahanan pangan

    Pemkab Batang komitmen jaga LP2B untuk ketahanan pangan

    Jumat, 31 Juli 2026 15:49 WIB

    Image Print

    Bupati Batang Faiz Kurniawan. (ANTARA/Kutnadi)

    Batang, Jateng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berkomitmen menjaga keberadaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebagai upaya membentengi ketahanan pangan daerah.

    Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Jumat, mengatakan bahwa pihaknya memastikan luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di wilayahnya tetap dipertahankan di atas ambang batas minimal yang ditetapkan pemerintah.

    "Persentase LP2B di daerah kini masih mencapai sekitar 91 persen sehingga menjadikannya salah satu daerah dengan luas lahan pertanian terlindungi tertinggi di Jawa Tengah," katanya.

    Meskipun kebutuhan lahan untuk kawasan industri terus meningkat, kata dia, pemerintah daerah memastikan perlindungan terhadap lahan pangan tetap menjadi prioritas.

    Ia menegaskan keberadaan industri tidak akan menggerus lahan pertanian secara bebas karena pemerintah telah menetapkan batas minimal yang wajib dipertahankan.

    "Yang jelas LP2B kita itu masih salah satu yang tertinggi di Jawa Tengah, 91 persen. Tetapi dengan efek industrialisasi ini, saya pastikan LP2B kita tetap di atas standar minimal 87 persen," katanya.

    Menurut dia, pihaknya kini masih melakukan proses revisi Rencana Tata Ruang/Ruang Wilayah (RT/RW) yang dalam tahapan tersebut beberapa lahan yang masih masuk kawasan LP2B dimungkinkan untuk dikonversi sesuai kebutuhan pembangunan.

    Namun, kata dia, perubahan tersebut tetap dibatasi agar tidak mengurangi fungsi lahan pertanian secara signifikan.

    Faiz mengingatkan bahwa setelah kawasan LP2B resmi ditetapkan dalam regulasi maka statusnya memiliki perlindungan hukum yang kuat.

    Pewarta: Kutnadi
    Editor: Edhy Susilo
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    2026-07-31 08:49:38 +0000 UTC