Pemkab Batang-Dekopinda kawal kinerja koperasi
Pemkab Batang-Dekopinda kawal kinerja koperasi
Sabtu, 25 Juli 2026 22:09 WIB
Wakil Bupati Batang Suyono (nomor 2 dari kiri) bersama Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Batang Wahyu Budi Santoso (nomor 1 dari kiri) pada acara Hari Koperasi Nasional di Batang, belum lama ini. (ANTARA/HO-Humas Kabupaten Batang)
Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, bersama Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Batang siap mengawal kinerja koperasi sebagai upaya mencegah timbulnya masalah pada lembaga perekonomian tersebut.
Wakil Bupati Batang Suyono di Batang, Sabtu, mengatakan bahwa di usia ke-79 ini koperasi harus merefleksi sejauh mana perkembangan hingga kinerjanya dalam membawa panji-panji koperasi yang menyejahterakan anggotanya.
"Yang paling utama adalah tanggung jawab yang berintegritas," katanya.
Menurut dia, dalam memaknai kata kesejahteraan terdapat beberapa kriteria seperti tatkala anggota ingin melakukan simpan pinjam maka perlu ada kemudahan dalam prosesnya.
"Kami berharap (koperasi) tidak bertele-tele, syaratnya tidak merepotkan karena berasaskan kepercayaan," katanya.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Batang Wahyu Budi Santoso mengatakan pihaknya senantiasa mendampingi hingga mengawasi kinerja perkoperasian di daerah.
"Kami bersinergi dengan Dekopinda yang tugasnya mengawasi dan memotivasi koperasi agar kinerjanya semakin baik," katanya.
Menurut dia, sebanyak 135 koperasi dari 304 koperasi yang masih aktif. Yang tidak aktif karena beberapa hal menyebabkannya.
"Ini karena terlalu mudahnya membentuk koperasi atau karena adanya bantuan. Oleh karena itu, harus dipertegas koperasi itu lembaga perekonomian, bukan lembaga bantuan sehingga komitmen harus tertanam," katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kabupaten Batang Muhammad Busro bersama pengurus sedang berupaya memantau mana saja koperasi yang menunjukkan kinerjanya atau justru sebaliknya.
Ia mengatakan terdapat banyak penyebab terjadinya penurunan bahkan tidak aktifnya sebuah koperasi sehingga pada acara peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-79, pengurus Dekopinda akan lebih aktif melakukan pemantauan intensif.
"Penyebabnya mulai dari permodalan, anggota bermasalah dan masih banyak lagi. Oleh karena untuk menentukan kesuksesan sebuah koperasi bisa dilihat dari SDM berkompeten, mampu membangun jaringan, menciptakan inovasi dan loyalitas organisasi," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.