Pemkab Bantul dorong pelaku UMKM perkuat promosi produk secara digital

Kamis, 10 September 2026 19:50 WIB

Image Print

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat mengunjungi outlet UMKM dalam acara Bantul Creative Expo 2026 di Kawasan Stadion Sultan Agung Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (1/8/2026). ANTARA/Agung Dwi Prakoso

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperluas jangkauan pasar melalui promosi produk secara digital.

Kepala Bidang Usaha Mikro DKUKMPP Bantul Dendi Sulistyo Wibowo, di Bantul, Kamis, mengatakan perkembangan zaman memberikan dampak positif terhadap sektor penjualan karena promosi dan jangkauan pasar menjadi semakin mudah melalui berbagai platform digital.

"Digitalisasi ini menjadi salah satu cara pelaku UMKM dalam memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan omzet penjualan," katanya.

Menurut dia, proses digitalisasi, khususnya dalam mempromosikan produk UMKM, terus dilakukan salah satunya melalui platform berjualan secara daring Pemkab Bantul, yakni Bantul Online Shop (BOS) dan Bantul Mapan.

"Dua platform digital ini dirancang khusus untuk memfasilitasi jual beli produk lokal dari pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Bantul," ujarnya.

Selain itu, para pelaku UMKM juga memanfaatkan platform lainnya, seperti Facebook dan sejumlah media sosial yang dapat membantu mempromosikan produk mereka.

"Angka itu mungkin lebih banyak lagi karena pelaku usaha yang melakukan pemasaran online melalui media sosial seperti WhatsApp, Instagram, Facebook dan lainnya lebih banyak serta fleksibel," katanya.

Ia menyebut jenis produk yang dipasarkan beraneka ragam, mulai dari sektor industri seperti kerajinan tangan hingga sektor ekonomi kreatif seperti produk fesyen maupun kuliner.

"Pelaku UMKM kebanyakan memanfaatkan platform komersial yang sudah banyak dikenal masyarakat. Selain itu ada juga yang pakai sosial media serta platform digital milik pemerintah," ujarnya.

Mereka, lanjutnya, perlu memahami manajemen pengelolaan, pembuatan konten, dan administrasi digital.

"Penguasaan pengelolaan marketplace, pembuatan konten dan foto produk, serta pemahaman proses pendaftaran dan administrasi digital dasar perlu dikuasai," ujarnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemkab Bantul terus berupaya memberikan pendampingan dan bimbingan teknis dengan materi pengelolaan marketplace hingga teknik fotografi produk kepada para pelaku UMKM.

"Supaya produk UMKM lebih menarik ketika dipasarkan secara daring," katanya.

Ia menilai transformasi digital mulai dirasakan para pelaku UMKM dari sisi meningkatnya jangkauan pasar yang berpotensi meningkatkan omzet mereka.

"Data riilnya memang perlu dilakukan survei langsung kepada pelaku usaha," ujarnya.

Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026