Koba, Babel, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengagendakan doa bersama dan Shalat Istisqa atau minta hujan untuk menghadapi kemarau panjang yang berdampak pada kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda di Koba, Selasa, mengatakan berbagai upaya terus dilakukan pemerintah daerah untuk mengatasi dampak siklus iklim kemarau yang telah berlangsung sekitar dua bulan.

"Saat ini segala daya upaya kita lakukan untuk mengatasi dampak dari siklus iklim kemarau panjang yang sudah memasuki dua bulan lebih ini," ujarnya di Koba, Senin (24/8).

Ia mengatakan upaya penanganan secara fisik perlu diiringi dengan ikhtiar spiritual melalui doa bersama dan Shalat Istisqa setelah berbagai langkah penanganan dilakukan secara maksimal.

"Jika semua usaha sudah kita lakukan, maka selanjutnya kita menengadahkan tangan berdoa kepada Allah SWT melalui shalat minta hujan secara serentak bersama pemerintah daerah dan masyarakat," katanya.

Menurut Efrianda, rencana pelaksanaan Shalat Istisqa tersebut akan dibicarakan terlebih dahulu bersama Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman.

"Insyaallah kita agendakan nanti setelah segala upaya telah kita lakukan," ujarnya.

Efrianda menegaskan manusia berusaha menghadapi berbagai persoalan dan untuk hasil akhirnya merupakan kuasa Allah SWT.

"Manusia hanya bisa berusaha yang pada akhirnya semua kuasa itu kembali kepada Allah SWT," katanya.

Ia mengatakan pemerintah daerah telah berupaya secara maksimal menghadapi dampak kemarau sehingga langkah tersebut perlu diiringi dengan doa kepada Allah SWT.

"Maka nanti saya berbicara dulu dengan bupati, karena secara fisik sudah kita lakukan atau sudah berupaya sekuat tenaga dan tentu harus diiringi dengan doa kepada Sang Pencipta," ujarnya.

Pemkab Bangka Tengah terus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi dampak kemarau, terutama kekeringan dan potensi karhutla yang meningkat selama kondisi cuaca kering.

Pewarta: Ahmadi
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.