Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menguatkan tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) agar semakin profesional sehingga usaha yang dijalankan tumbuh sehat dan berkelanjutan.

"Kita ingin usaha yang dibangun semakin baik sehingga mampu memanfaatkan berbagai peluang yang ada dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan asli desa," kata Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kelembagaan Desa Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka Barat Rini Indra Sari di Mentok, Rabu.

Menurut dia, BUMDesa bukan sekadar program desa, melainkan sebuah badan usaha yang memiliki modal, organisasi, kegiatan usaha, risiko, target dan kewajiban pertanggungjawaban.

Karena itu, BUMDesa perlu dikelola dengan menyeimbangkan kepentingan desa dan masyarakat dengan prinsip-prinsip bisnis. BUMDesa harus mampu mengelola pendapatan, biaya, laba, pelanggan, risiko, persaingan serta menjaga keberlanjutan usaha.

"Dalam hal ini BUMDesa yang sehat bukan sekadar menghasilkan keuntungan, namun juga mampu mengelola usaha secara profesional dan berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi dan sosial kepada masyarakat, mengelola keuangan secara tertib, meminimalkan risiko serta membangun kepercayaan masyarakat dan pemangku kepentingan," katanya.

Untuk mewujudkan hal itu, Pemkab Bangka Barat melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa selama beberapa tahun ini membuka Program Sekolah BUMDesa Ubok Sekicing yang menawarkan berbagai kegiatan penguatan kelembagaan dan keterampilan para pengelola BUMDesa.

Berbagai pelatihan telah dilaksanakan melalui program itu, seperti pelatihan tata kelola usaha, penguatan pengelola, menangkap peluang usaha potensial, pola kerja sama dengan pemerintah desa atau pihak lain, dan berbagai jenis pelatihan lainnya.

"Kemarin kita juga memberikan pelatihan kepada para pengawas BUMDesa agar semakin paham, terampil dan mampu menjadi mitra BUMDesa," katanya.

Menurut dia, pengawas BUMDesa perlu dibekali keterampilan agar tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan administratif, tetapi mampu menjalankan fungsi pengawasan secara strategis, objektif dan berorientasi pada keberlanjutan usaha.

Saat ini, 60 desa di Kabupaten Bangka Barat telah memiliki BUMDesa dan sudah aktif menjalankan usaha yang beragam, seperti bisnis sosial (pangkalan elpiji, kios alat tulis dan kantor, air minum isi ulang, dan lainnya), bisnis jasa (jasa angkutan, pencucian kendaraan, penukaran uang, dan lainnya), bisnis penyewaan (sewa tenda, sewa pengeras suara, perlengkapan pernikahan dan lainnya), bisnis simpan-pinjam, bisnis produksi/perdagangan (sembako, perdagangan hasil laut, perkebunan kelapa sawit dan lainnya), dan usaha ketahanan pangan, meliputi penggemukan sapi, budi daya ayam petelur dan pakan ayam, ternak puyuh, perkebunan jagung, semangka, jagung, cabai, penggemukan babi, penjualan daging sapi, penangkapan ikan dan lainnya.

Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.