Badung (ANTARA) - Pemkab Badung, Bali, mengoptimalkan pendapatan daerah melalui pelatihan Penilaian Optimalisasi Pendapatan Daerah Sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi aparatur dalam menggali potensi perpajakan dan memperbarui basis data guna memperkuat tata kelola keuangan daerah,” ujar Sekda Badung IB. Surya Suamba di Denpasar, Senin.

Ia mengatakan pelatihan yang dilakukan bekerja sama BKPSDM Badung dengan Balai Diklat Keuangan (BDK) Denpasar itu diikuti 40 peserta dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Badung. 

Kegiatan itu dirancang untuk membekali aparatur dengan teknik penilaian, pemetaan, dan integritas tinggi dalm menjalankan tugasnya di lapangan.

“Melalui pelatihan ini kami berharap dapat  mengoptimalkan sistem pemungutan demi mendukung kemandirian fiskal daerah,” kata dia.

Surya Suamba menjelaskan akurasi pendataan di lapangan menjadi penting khususnya terkait adanya tantangan dalam perbedaan kondisi fisik bangunan di lapangan dengan luasan yang tercatat pada basis data PBB-P2.

“Melalui pelatihan kami mendorong peserta agar dapat mengimplementasikan strategi pengelolaan serta penilaian pajak yang presisi di lapangan,” jelas dia.

Pemkab Badung juga mendorong pemanfaatan teknologi serta sinergi lintas instansi, seperti integrasi sistem pendataan tata ruang dan perizinan untuk mempermudah proses verifikasi tanpa menyulitkan masyarakat maupun investor.

“Pendataan dan pendataan PBB-P2 yang optimal akan menguatkan pendapatan daerah, yang hasilnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan pembangunan di Badung," pungkas Surya Suamba.

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf/Rolandus Nampu
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.