Pemkab Badung buka ruang kreativitas anak tekan perundungan - ANTARA News Bali
Badung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Badung, Bali terus berupaya melindungi anak dari perundungan, diskriminasi, eksploitasi maupun tindakan lainnya yang tidak sepantasnya melalui momentum Hari Anak Nasional 2026.
“Kami harus melindungi anak dari kekerasan, perundungan, dari keterbelakangan. Kami harus melindungi dengan cara memberikan ruang buat anak yang seluas-luasnya untuk masa depan anak,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Mangupura, Selasa.
Ia mengatakan upaya membangun bangsa tidak cukup dengan membangun infrastruktur saja. Tapi semua pihak harus menyiapkan regenerasi yang siap melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan.
“Untuk itu harus sayangi anak salah satunya dengan cara mempersiapkan dia, dengan terus meningkatkan kualitas pendidikan. Indonesia Emas 2045 dapat dicapai apabila anak-anak kami sudah siap,” kata dia.
Bupati Adi Arnawa menjelaskan pendidikan merupakan hal yang penting untuk membangun SDM. Untuk itu pihaknya meminta generasi muda untuk belajar dan tidak melakukan perundungan terhadap teman di lingkungannya.
“Kami juga telah meminta jajaran Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Badung untuk terus memberikan ruang kepada anak agar berkreativitas dan berinovasi,” jelas dia.
Peringatan HAN 2026 di Badung mengambil tema “Swakarya Praba” sebagai akronim dari Suatu Wujud Kreativitas Budaya dan Prestasi Anak Badung yang mengangkat Samsara yang bermakna bahwa kehidupan akan selalu berputar dan mengalami perubahan.
Kegiatan diisi dengan penyerahan penghargaan Anugerah Kumara Mangupura serta pameran Forum Anak Daerah Kabupaten Badung.
Pewarta: Naufal Fikri Yusuf/Rolandus Nampu
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.