Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengusulkan perbaikan sebanyak 63 unit rumah rusak dampak bencana hidrometeorologi melanda daerah tersebut ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 2026.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Agam Rinaldi di Lubuk Basung, Rabu, mengatakan ke 63 unit rumah yang diusulkan ke BNPB tersebut merupakan yang rusak dampak bencana susulan melanda daerah itu.

"63 rumah rusak merupakan dampak bencana susulan melanda daerah itu," katanya.

Ia mengatakan ke 63 unit rumah tersebut terdiri dari rusak berat sebanyak 37 unit, rusak sedang enam unit dan rusak ringan 20 unit.

Rumah tersebut tersebar di Kecamatan Palembayan 38 unit, Kecamatan Ampek Koto 13 unit, Kecamatan Tanjung Raya 11 unit dan Kecamatan Matur satu unit.

"Ini berdasarkan pendataan yang kita lakukan ke lapangan di empat kecamatan tersebut," katanya.

Ia menambahkan Dinas Perkim Agam mengusulkan rehabilitasi untuk rumah rusak ringan dan sedang.

Sementara pembangunan baru untuk rumah rusak berat apakah pembangunan secara mandiri atau kolektif.

Untuk pembangunan secara kolektif sudah ada datanya. Penganggaran pembangunan mandiri oleh BNPB, pembangunan kolektif dari Kementrian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia.

"Sifatnya kita hanya mengusulkan dan proses pembangunan dari pemerintah pusat. Mudah-mudahan disetujui dan pembangunan dilakukan tahun ini apabila masih ada anggarannya," katanya.

Di Agam sebanyak 1.817 unit rumah yang bakal dibangun yang rusak dampak bencana hidrometeorologi melanda daerah itu pada 2025.

Dari 1.817 unit, dibangun Kementerian PKP sebanyak 699 unit berupa hunian tetap kolektif dan hunian tetap mandiri 1.118 unit rumah dibangun oleh BNPB yang difasilitasi di lapangan oleh BNPB.

Pembangunan hunian tetap mandiri dibangun sebagian pada 2026 dan sesuai arahan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana selesai pada 2027.