Timika (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Provinsi Papua Tengah, memberikan pelatihan pengolahan pangan lokal bagi mama-mama Papua di wilayah pesisir Mimika.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Mimika Yohana Arwam di Timika, Sabtu, mengatakan pelatihan pengolahan pangan lokal akan dilaksanakan di Kampung/Desa Tapormai, Distrik Mimika Barat Jauh.

"Sebenarnya teman-teman sudah mau berangkat namun karena cuaca di laut, maka hari Selasa ini mereka berangkat ke sana. Di sana mereka akan memberikan pelatihan pengolahan pangan lokal untuk mama mama di sana selama tiga hari," ujar dia. 

Ia mengatakan potensi pangan lokal di wilayah pesisir seperti sagu, ikan, siput, ubi, dan pisang sangat banyak sehingga melalui pelatihan ini diharapkan mama-mama Papua dapat mengolahnya secara optimal sehingga dapat di manfaatkan untuk pemenuhan gizi keluarga.

"Harapan kami setelah pelatihan, mama-mama di kampung dapat mengelola untuk pemenuhan gizi keluarga dengan memanfaatkan pangan lokal. Ini juga salah satu upaya kami untuk menekan stunting di kampung melalui pemanfaatan pangan lokal," ujar dia.

Selain untuk pemenuhan gizi keluarga, pelatihan pengolahan pangan lokal ini juga untuk mendorong mama mama Papua di kampung kampung agar mampu mengelola pangan lokal menjadi produk olahan pangan lokal yang dapat dijual untuk membantu untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

"Kami ingin agar pelatihan ini tidak hanya dilakukan di satu kampung tetapi kampung-kampung lain di wilayah pesisir dan pegunungan juga diberikan pelatihan sama . Namun tahun karena keterbatasan dan efisiensi anggaran maka pelatihan hanya satu kampung," katanya. 

Ia menambahkan selain pelatihan pengolahan pangan lokal, DP3AP2KB Mimika juga telah melakukan berbagi pelatihan untuk mama mama Papua seperti pelatihan menjahit dan juga pelatihan membuat rajutan.

Pewarta: Marselinus Nara
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.