Pemerintah Jaga Harga Telur Tetap Stabil, Bapanas Pastikan Tak Boleh Terlalu Murah atau Terlalu Mahal
Senin, 20 Juli 2026 - 11:28 WIB
Jakarta, VIVA – Pemerintah terus menjaga stabilitas harga telur ayam ras agar tidak mengalami penurunan tajam maupun kenaikan yang berlebihan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat membeli telur dengan harga yang wajar.
Baca Juga
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut harga telur ayam ras mulai menunjukkan tren pemulihan setelah sebelumnya sempat anjlok akibat melemahnya permintaan dalam beberapa pekan terakhir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan pemerintah akan terus melakukan intervensi sesuai kondisi pasar agar harga tetap bergerak di kisaran yang telah ditetapkan sebagai harga acuan.
Baca Juga
Pemerintah Jaga Keseimbangan Harga Telur
Ketut menegaskan pemerintah tidak menginginkan harga telur jatuh terlalu dalam karena dapat merugikan peternak. Sebaliknya, pemerintah juga tidak menghendaki harga melonjak tinggi yang berpotensi membebani masyarakat.
Baca Juga
Menurut dia, menjaga keseimbangan harga menjadi kunci agar rantai produksi telur nasional tetap berjalan.
"Pemerintah menjaga ritmenya. Jangan terlalu tinggi, jangan terlalu rendah. Pada saat rendah intervensi, pada saat tinggi intervensi. Selama masih di harga acuan berarti masih bagus," kata Ketut saat mengunjungi Pasar Tebet Timur, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.
Ia menambahkan, apabila harga telur terus berada di bawah biaya produksi, peternak berpotensi mengurangi produksi karena mengalami kerugian.
"Jangan sampai peternak kita, petani kita, harganya terlalu jatuh sekali. Nanti mereka tidak mau berproduksi, masa kita impor lagi," ujarnya.
Harga Telur Mulai Berangsur Pulih
Bapanas mencatat harga telur di tingkat peternak mulai membaik setelah sebelumnya sempat menyentuh sekitar Rp15.000 per kilogram di kandang.
Menurut Ketut, harga kini telah bergerak naik ke kisaran Rp22.000 hingga Rp23.000 per kilogram. Meski demikian, angka tersebut masih berada di bawah harga yang dinilai ideal, yakni sekitar Rp24.000 hingga Rp25.000 per kilogram.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"(Harga) telur naik alhamdulillah, karena kan kemarin telur itu harganya di kandang saja sampai Rp15.000," kata Ketut.
Ia menilai pemulihan harga tersebut menjadi sinyal positif bagi peternak setelah sempat menghadapi tekanan akibat rendahnya permintaan pasar.
Halaman Selanjutnya
Permintaan Meningkat Dorong Harga Naik