Pemerintah memberikan sinyal tidak akan membangun infrastruktur olahraga baru pada pemerintahan saat ini. Alih-alih menambah aset, pemerintah akan mendorong optimalisasi infrastruktur yang sudah tersedia melalui kerja sama dengan pihak swasta.

"Kami sedang menunggu aturan-aturan dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Pekerjaan Umum supaya aset-aset yang adabisa dikerjasamakan. Bentuknya bukan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha atau KPBU," kata Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir  di Indonesia Sport Summit 2026, Jumat (11/9).

Erick menilai, banyak infrastruktur olahraga tidak digunakan secara optimum oleh pemerintah daerah. Hal ini sama saja dengan menghambur-hamburkan uang rakyat.

Karena itu, ia berencana untuk mengonsolidasikan aset infrastruktur olahraga bersama Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian UMKM. Langkah ini merupakan tahap awal dalam memetakan infrastruktur olahraga mana yang dapat langsung dimanfaatkan secara optimal.

Erick menyampaikan, pemanfaatan infrastruktur olahraga siap pakai ini akan dipamerkan dalam situs sportinindonesia.id. Laman tersebut dirancang untuk mempercepat proses pendaftaran ajang olahraga di dalam negeri.

Adapun pemanfaatan situs tersebut bertujuan agar dampak perekonomian pada pariwisata olahraga yang ditargetkan menembus Rp 40 triliun pada tahun depan. Erick mencatat, dampak perekonomian dari pariwisata olahraga pada tahun lalu telah mencapai Rp 39,45 triliun.

"Aset-aset olahraga yang terbengkalai ini harus benar-benar dikelola dengan baik," katanya.

Erick mengatakan, pariwisata olahraga dapat menjadi motor penggerak perekonomian nasional. Kegiatan tersebut pada akhirnya dapat membuka lapangan kerja di daerah tempat ajang olahraga terjadi.

Ia mencontohkan angka perputaran ekonomi dari kompetisi BRI Super League yang mencapai Rp 10,5 triliun pada tahun lalu. Kompetisi sepak bola ini berhasil memutar perekonomian sekitar Rp 1 triliun per bulan.

Selain itu, Erick mencatat ajang MotoGP Mandalika telah menyumbang perekonomian di Nusa Tenggara Barat senilai Rp 4,5 triliun. Ajang tersebut telah mendatangkan Rp 1,5 triliun per hari selama tiga hari ajang tersebut diadakan setiap tahunnya.

Untuk mencapai target Rp 40 triliun, Erick mengatakan telah memangkas 191 aturan terkait pariwisata olahraga menjadi empat kebijakan. Langkah tersebut telah memotong 1.500 pasal menjadi hanya 600 pasal pada tahun ini.

"Kita harus sepakat bahwa olahraga bukan biaya, tapi investasi dan pertumbuhan. Ini semua harus terjadi dengan kerja sama pemerintah, swasta, dan masyarakat," katanya.

Reporter: Andi M. Arief